Sekali lagi, kalau teman-teman pakai obat logo K wajib pengawasan dokter dan apoteker kalian. Efeksamping terjadi karena kita sembarangan penggunaan dan juga harus sesuai takaran.
#aptsandry #tetesmata #kortikosteroid #glaucoma #efeksamping
Pengalaman nyata dari seorang pemuda bernama Endy Bugie menyadarkan banyak orang akan bahaya penggunaan obat tetes mata yang mengandung steroid tanpa pengawasan medis. Endy kehilangan sekitar 75 persen penglihatannya akibat steroid-induced glaucoma, sebuah kondisi yang berkembang karena tekanan bola mata meningkat akibat pemakaian obat tetes steroid secara tidak benar dan berlebihan. Dari cerita Endy, kita dapat belajar pentingnya selalu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat-obatan mata, terutama yang berlabel harus dengan pengawasan dokter seperti obat berlogo K. Steroid memang efektif meredakan peradangan dan kemerahan pada mata, namun pemakaian jangka panjang tanpa kontrol bisa mengakibatkan komplikasi serius, termasuk peningkatan tekanan intraokular yang menjadi pemicu glaukoma. Selain itu, bagi pengguna yang memiliki kelainan refraksi tinggi seperti miopia tinggi, risiko terkena glaucoma steroid-induced bisa lebih besar. Karena itu, sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin ketika menggunakan obat semacam ini. Penggunaan sembarangan tanpa resep dan pemeriksaan dapat mengakibatkan kerusakan mata yang tidak bisa diperbaiki. Sebagai tambahan, selalu ikuti dosis yang dianjurkan dan jangan menghentikan pemakaian obat secara tiba-tiba tanpa konsultasi. Jika terjadi gejala seperti penglihatan kabur, nyeri mata, atau muncul lingkaran di sekitar cahaya, segera hubungi tenaga medis. Share pengalaman ini agar orang di sekitar kita juga lebih waspada dan tidak menganggap remeh penggunaan obat tetes mata kortikosteroid. Dengan kesadaran dan pengawasan yang tepat, kita dapat meminimalkan risiko efek samping serius seperti glaukoma dan menjaga kesehatan mata secara optimal.













