... Baca selengkapnyaPertama kali lihat tampilan depan Wisma Mawas, kesan aku memang sederhana tapi cukup rapi. Gerbang hitamnya langsung mengarah ke area parkir kecil di depan bangunan dua lantai, jadi yang bawa motor atau mobil nggak perlu khawatir soal tempat parkir. Buat ukuran penginapan murah, fasad bangunannya masih terlihat terawat dengan dinding krem dan beberapa tanaman pot hijau yang bikin suasana sedikit lebih hidup.
Begitu masuk ke dalam, lorong interiornya cukup terang dengan lantai keramik putih. Di sisi kiri dan kanan ada pintu-pintu kamar yang berjajar rapi. Di ujung lorong aku sempat lihat rak sepatu, jadi tamu bisa lepas alas kaki kalau mau suasana kamar lebih bersih. Bagi aku, hal-hal kecil kayak gini cukup penting karena berpengaruh ke kenyamanan, apalagi kalau nginap lebih dari satu malam.
Nah, soal kamar tidur sederhananya sendiri, ini yang mungkin paling bikin penasaran. Kamarnya memang nggak luas-luas banget, tapi masih cukup buat bergerak. Tempat tidur dilapisi seprai motif lingkaran abu-abu, dengan bantal dan sandaran kepala dari kayu di dinding warna terang. Desainnya minimalis, nggak banyak dekorasi, jadi kesan yang aku dapat: simple, fungsional, dan nggak bikin pusing mata. Buat yang cuma butuh tempat tidur untuk istirahat setelah seharian keliling Makassar, tipe kamar seperti ini sudah cukup.
Untuk kebersihan, waktu aku datang, seprai dan sarung bantal terlihat bersih, nggak ada bau aneh di kamar. Ini penting banget menurutku, karena kamar tidur sederhana sekalipun kalau bersih rasanya jauh lebih nyaman. Dinding kamar juga masih oke, walau ada sedikit noda di beberapa titik, tapi masih dalam batas wajar untuk kelas wisma.
Kalau kamu tipe yang suka dekor kamar, sebenarnya konsep kamar tidur sederhana seperti di Wisma Mawas ini gampang banget ditambah sentuhan pribadi. Misalnya, kamu bisa bawa selimut tipis favorit, bantal leher, atau bahkan lampu tidur kecil portable biar suasananya lebih homey. Aku sendiri biasanya selalu bawa wewangian ruangan kecil (kayak spray) supaya kamar terasa lebih familiar dan bikin tidur lebih nyenyak.
Dari sisi kenyamanan, yang perlu diperhatikan biasanya soal kebisingan. Karena posisi kamar berderet di lorong, kadang masih kedengaran suara tamu lain lewat. Tips dari aku, kalau booking, bisa minta kamar yang agak menjauh dari pintu masuk atau tangga, supaya lebih tenang. Selain itu, cek juga apakah kamarnya dapat jendela, karena jendela dengan jeruji besi dan tanaman di luar tadi bikin sirkulasi udara terasa lebih enak.
Menurutku, Wisma Mawas cocok buat kamu yang cari kamar tidur sederhana di Makassar: nggak mewah, tapi cukup bersih dan fungsional. Selama ekspektasi disesuaikan dengan harga dan kelas penginapan, pengalaman menginapnya bisa dibilang oke. Kalau kamu pernah nginap di sini juga, bisa banget share versi kamu, terutama soal tipe kamar lain yang mungkin beda dari yang aku coba.