11 Wisata di Toraja Wajib Dikunjungi
Ollon dan Air Terjun Tidak Sempat Di kunjungi... Tapi Sangat Puas 🤩🤩🤩
#wisatatoraja #toraja #rekomendasiwisatatoraja #torajasulawesiselatan #wajibdikunjungi
Pertama kali baca tulisan “Selamat Datang di Kabupaten Toraja Masero” rasanya langsung excited banget. Dari Makale sampai Rantepao, hampir tiap tikungan selalu ada spot cantik. Di cerita ini aku mau lebih detail berbagi soal tempat-tempat yang kemarin sempat (dan belum sempat) kudatangi, siapa tahu bisa jadi gambaran kalau kamu lagi nyusun itinerary. Biasanya orang masuk Toraja lewat kota Makale dulu. Di sekitar Makale, salah satu ikon yang menurutku wajib banget adalah Patung Tuhan Yesus Buntu Burake. Dari atas sini kamu bisa lihat pemandangan pegunungan yang mengelilingi Toraja Masero, terutama kalau datang pagi atau menjelang sunset, langitnya cakep banget. Aksesnya sudah lumayan bagus, tapi tetap siapkan jaket karena anginnya kencang. Setelah itu baru deh naik ke arah Rantepao yang lebih ramai wisata. Di sini banyak deretan tongkonan Toraja yang cantik, dan dua yang paling berkesan buatku adalah Ke'te Kesu dan Kalimbuang Bori. Di Ke'te Kesu, rumah adat tongkonan berjajar rapi, atapnya unik banget. Kalau datang pagi, biasanya masih sepi, jadi enak buat foto-foto dan menikmati suasana desanya. Kalimbuang Bori beda lagi vibes-nya. Di sini ada batu-batu megalit kuno di tengah kebun bambu, kerasa banget nuansa sejarah dan budayanya. Aku jadi makin sadar kalau Toraja bukan cuma soal pemandangan alam, tapi juga warisan budayanya yang masih terjaga. Untuk wisata kubur batu, Londa dan Lemo menurutku saling melengkapi. Di Londa kamu akan jalan melewati gerbang bertuliskan “LONDA”, lalu turun ke area goa dengan liang kubur dan peti-peti yang disusun di tebing. Sedangkan di Lemo, tebing batu dipenuhi liang kubur dan patung tau-tau. Keduanya cukup menguras tenaga karena banyak jalan dan tangga, jadi pakai alas kaki yang nyaman ya. Kalau suka suasana air dan hijau-hijau, Sungai Tilanga bisa jadi pilihan. Airnya jernih banget, dikelilingi pepohonan dan bambu. Di sini aku merasa Toraja Masero itu lengkap: ada pegunungan, sejarah, sampai sungai yang tenang. Cocok buat istirahat sejenak di tengah padatnya jadwal keliling. Salah satu spot yang menurutku underrated adalah Buntu Sarira dan Lo'ko Mata Stone Graveyard. Di Buntu Sarira, jalan aspal diapit tebing batu kapur tinggi, berasa kayak lagi di canyon versi Toraja. Lo'ko Mata sendiri adalah kompleks pemakaman batu besar, bentuknya unik dan fotogenik, tapi tetap harus jaga sikap karena ini tempat sakral. Nah, dua tempat yang kemarin belum sempat kukunjungi adalah Ollon Toraja dan beberapa air terjun. Padahal dari cerita warga lokal, Ollon itu semacam negeri di atas perbukitan hijau yang luas, biasa dipakai camping dan hunting kabut pagi. Jadi kalau kamu punya waktu lebih, coba masukkan Ollon di hari khusus, karena jaraknya lumayan jauh dan sayang kalau cuma mampir sebentar. Dari pengalamanku, kunci explore Toraja Masero dan Makale supaya puas adalah: susun rute per area (Makale dulu, baru Rantepao dan sekitarnya), sewa kendaraan yang fit untuk tanjakan, dan sedia waktu ekstra buat spot yang jauh seperti Ollon. Dengan begitu, kamu bisa benar-benar menikmati deretan tongkonan Toraja, alam, dan budaya tanpa buru-buru.









