Teruntuk kalian Para Wanita yang Suka mengumbar Aurat di Medsos.
Joget-Joget Menari Mengunakan pakai bikini.
Lalu Kalian Upload Video tersebut di Medsos.
Sadarkah kalian ketika Video kalian tersebar luas di lihat oleh banyak orang atau di lihat oleh keluarga tetangga, kerabat, Suami, ataupun Calon suami. Calon mertua ataupun anak Cucu kalian.
Apakah kalian tidak malu?..
Dan Gimana hati dan Perasaan mereka?...
Apakah kamu pernah berpikir kesana dan memikirkan hati dan perasaan mereka?...
Atas semua kelakuan buruk yang kalian lakukan
dan Pahamilah semua itu akan bertampak buruk kepada masa depan kamu dan keluarga kamu nanti.
Dan Ingatlah...
Ketika kalian sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Tapi Video-Video tersebut masih tersebar luas maka itu semua akan menjadi Dosa jariyah.
Dosa Jariyah yang terus mengalir kepada anda, bahkan setelah ia berhenti berbuat dosa atau meninggal dunia, karena dampak keburukan tersebut masih ditiru atau dirasakan orang lain. Ini mencakup memelopori maksiat, mengajak pada kesesatan, atau menyediakan sarana perbuatan dosa.
Note :
Seburuk-buruknya laki-laki didunia ini menginginkan wanita yang di sayangi nya menjual dirinya.
Begitupun juga sebaliknya
tidak ada wanita yang rela laki-lakinya (suami) melakukan maksiat (Selingkuh). Dengan wanita lain.
5/12 Diedit ke
... Baca selengkapnyaDalam era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian penting dari kehidupan banyak orang, terutama para wanita muda. Meski memiliki banyak manfaat, penggunaan media sosial juga membawa konsekuensi serius jika tidak digunakan dengan bijak, terutama dalam hal mengunggah konten pribadi yang bersifat sensitif seperti video atau foto yang menampilkan aurat.
Saya pernah mengalami sendiri situasi di mana seorang teman membagikan video joget menggunakan pakaian minim di media sosialnya. Awalnya video itu hanya diketahui oleh lingkaran kecil, tapi dalam waktu singkat video tersebut tersebar luas dan tanpa disangka diketahui oleh keluarganya. Hal ini menimbulkan rasa malu yang mendalam dan dampak negatif yang cukup besar terhadap hubungannya dengan keluarga dan lingkungan sekitar.
Pesan yang dapat diambil adalah pentingnya kesadaran akan dampak jangka panjang dari unggahan digital. Video atau foto yang diunggah bisa menjadi "dosa jariyah" yang terus mengalir bahkan ketika kita sudah tidak lagi aktif di dunia maya atau setelah kita meninggal dunia, karena konten tersebut dapat dirasakan dan ditiru oleh banyak orang.
Selain itu, menjaga aurat dan kehormatan bukan hanya soal aturan agama tapi juga soal rasa hormat terhadap diri sendiri dan orang-orang di sekitar, termasuk keluarga, pasangan, dan masa depan kita. Wanita yang menjaga kehormatan dan harga dirinya akan mendapatkan penghormatan dan rasa percaya dari orang lain, yang pada akhirnya mendukung kehidupan sosial dan emosional yang lebih sehat.
Oleh karena itu, sebelum membagikan konten apapun di media sosial, ada baiknya kita pikirkan dampaknya, tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk keluarga dan generasi selanjutnya. Kesadaran dan kontrol diri adalah kunci utama untuk menggunakan media sosial secara positif dan bertanggung jawab.