... Baca selengkapnyaBelakangan ini aku sering pakai kemasan bambu, terutama bambu ater, untuk bungkus makanan dan hampers. Awalnya cuma iseng karena lihat kemasan anyaman bambu di acara keluarga, tapi lama-lama sadar kalau packaging anyaman bambu itu punya banyak kelebihan dibanding kemasan plastik biasa.
Untuk makanan tradisional seperti ayam goreng utuh, kue basah, atau jajanan pasar, kemasan bambu bikin tampilannya jadi lebih menarik. Ketika ayam goreng crispy disajikan dalam kemasan bambu dengan hiasan pita emas dan renda putih, kelihatannya langsung naik kelas, cocok banget buat bingkisan ke kerabat atau hampers Lebaran dan Natal. Selain estetik, bambu juga punya sirkulasi udara yang cukup, jadi makanan nggak terlalu pengap seperti kalau pakai plastik rapat.
Banyak yang tanya, "bambu ater itu apa?" dan "anyaman bambu bahasa Inggrisnya apa?" Waktu aku cari-cari, istilah yang sering dipakai dalam bahasa Inggris adalah "woven bamboo packaging" atau "bamboo woven basket". Jadi kalau kamu mau jualan online dan targetnya internasional, bisa pakai kata kunci seperti "bamboo packaging", "woven bamboo hamper", atau "bamboo food container" di judul dan deskripsi produk.
Dari pengalaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat pakai kemasan bambu untuk makanan:
1. Pakai alas makanan dulu, misalnya kertas food grade atau daun pisang, supaya minyak dari ayam goreng atau sambal nggak langsung mengenai anyaman bambu.
2. Pastikan kemasan bambu kering dan bersih sebelum dipakai, jangan lembap, supaya makanan tetap aman dikonsumsi.
3. Kalau mau dikirim jarak jauh, kombinasikan bambu dengan box luar atau bubble wrap, jadi tetap cantik tapi aman selama pengiriman.
Aku juga suka menjadikan kemasan bambu ini sebagai bagian dari konsep hadiah. Misalnya, satu paket berisi ayam goreng utuh, sambal, irisan timun, dan kartu ucapan, semua dimasukkan ke dalam satu wadah anyaman bambu yang dihias pita. Begitu penerima membuka hampers, langsung terasa nuansa tradisional yang hangat.
Dari sisi branding, kemasan bambu bisa jadi ciri khas usaha kuliner. Banyak UMKM sekarang sengaja memakai packaging anyaman bambu supaya produk mereka beda dari yang lain. Kalau kamu punya usaha makanan rumahan, kemasan bambu bisa menambah nilai jual dan membuat pelanggan betah foto-foto lalu upload ke media sosial.
Yang paling aku suka, kemasan bambu itu ramah lingkungan. Setelah makanan habis, wadahnya bisa dipakai ulang untuk simpan bumbu dapur, roti, atau dijadikan dekorasi rumah dengan sedikit sentuhan hiasan. Jadi bukan cuma sekali pakai lalu jadi sampah.
Kalau kamu lagi cari ide packaging yang unik, menurutku wajib coba kemasan bambu ater ini. Mulai dari satu dua desain dulu, sesuaikan dengan jenis makanan dan momen berbagi, lama-lama kamu akan nemu gaya khas kamu sendiri dalam memadukan anyaman bambu dengan isi hampers yang ingin dibagi ke keluarga dan teman.