PUDING LUMUT PANDAN
Aku pertama kali bikin puding lumut pandan ini karena butuh camilan lembut untuk PMT posyandu di lingkungan rumah. Anak-anak posyandu kan biasanya susah kalau dikasih kue yang terlalu keras atau seret, jadi aku cari menu yang teksturnya halus, rasanya enak tapi tetap ada nilai gizinya. Dari situ jadilah andalan: puding lumut pandan. Untuk kamu yang mau pakai sebagai puding untuk PMT posyandu, tipsku: pilih santan yang fresh dan jangan terlalu kental supaya hasil pudingnya lembut, tidak bikin eneg. Kalau buat balita, kurangi sedikit gula, atau bisa campur dengan susu UHT plain biar rasanya tetap enak tapi nggak terlalu manis. Kalau khawatir soal santan, bisa ganti sebagian dengan susu cair. Biasanya aku kreasikan puding pandan lumut ini jadi beberapa versi: 1. **Versi posyandu**: potong kecil-kecil, taruh di cup plastik kecil sekali makan. Kadang aku tambahkan potongan buah lembut seperti pepaya matang atau pisang di dasar cup, baru tuang puding di atasnya. Jadi ada tambahan serat dan vitamin dari buah. 2. **Versi rumahan**: untuk takjil, aku sajikan dingin dari kulkas. Puding lumut pandan yang dingin itu segar banget apalagi kalau cuaca panas. Bisa juga disiram sedikit vla vanila sederhana dari susu, maizena, dan sedikit gula. Untuk menghasilkan "lumut" yang cantik, biasanya aku blender santan, air pandan, dan telur sampai benar-benar halus. Saat dimasak, aduk terus dengan api kecil sampai muncul gumpalan-gumpalan hijau seperti lumut. Jangan kaget, memang awalnya kelihatan kurang cantik, tapi setelah dituang ke cetakan dan dingin, motif lumutnya akan terlihat rapi. Kalau dipakai untuk kegiatan posyandu, aku biasanya sudah siapkan dari malam. Paginya tinggal dipotong dan dibagi. Puding lumut pandan ini tahan di kulkas 2–3 hari, penting kalau masak dalam jumlah banyak. Simpan di wadah tertutup supaya tidak menyerap bau lain. Supaya lebih menarik buat anak-anak, kamu bisa: - pakai cetakan kecil-kecil dengan bentuk lucu, - tambahkan topping warna-warni seperti nata de coco atau sedikit keju parut di atasnya, - beri label rasa dan tanggal buat di wadah PMT posyandu. Menurutku, dibanding kue kering, puding lumut pandan lebih aman untuk balita karena lembut, mudah ditelan, dan kadar lemak bisa kita atur sendiri. Jadi kalau kamu lagi cari ide puding untuk PMT posyandu atau menu takjil simpel, resep puding lumut pandan ini benar-benar worth it dicoba dan dimodifikasi sesuai selera keluargamu.

Lihat komentar lainnya