... Baca selengkapnyaPertama kali dengar kata canyoneering, aku juga sempat bingung, apa itu canyoneering dan bedanya sama hiking biasa? Singkatnya, canyoneering adalah aktivitas petualangan menelusuri aliran sungai, ngarai, dan air terjun dengan menggabungkan jalan kaki, meluncur, rappel (turun pakai tali), sampai kadang berenang. Di Jawa Timur, salah satu spot yang lagi sering dibahas itu ya air terjun Gerbang Raung di Banyuwangi.
Waktu ke Gerbang Raung, rasanya campur aduk antara deg-degan dan excited. Dari parkiran, kita trekking dulu melewati hutan hijau lebat. Suara air terjun sudah kedengaran duluan, bikin makin semangat. Begitu sampai, kelihatan jelas tebing dan aliran air yang bakal jadi “lintasan” canyoneering hari itu. Buat kamu yang mencari canyoneering terdekat di kawasan Banyuwangi, tempat ini menurutku pas banget karena masih alami tapi sudah mulai dikelola operator lokal.
Soal perlengkapan canyoneering, jangan disepelekan. Minimal yang kupakai kemarin:
- Helm: wajib banget buat lindungi kepala dari benturan batu.
- Harness dan tali khusus: ini dipasang di pinggang dan paha, jadi kita aman saat turun air terjun.
- Kacamata canyoneering / sunglasses yang agak nge-press: berguna supaya mata nggak perih kena cipratan air terus-menerus.
- Sarung tangan: bantu genggaman ke tali dan batu jadi lebih mantap.
- Sepatu dengan grip bagus: jangan pakai sandal licin, karena bebatuan di air terjun itu super licin.
Buat cewek yang kepo soal canyoneering outfit female, aku pribadi lebih nyaman pakai legging olahraga yang cepat kering, inner lengan panjang, lalu outer tipis yang juga cepat kering. Warna hitam oke banget karena kalau kepercikan air dan lumpur nggak terlalu kelihatan. Jangan lupa bawa baju ganti, ya. Di fotoku, aku pakai setelan hitam plus kacamata hitam, selain kelihatan keren di foto, ternyata juga fungsional banget.
Kalau kamu masih pemula dan belum pernah canyoneering sama sekali, saran aku: pilih dulu lokasi yang sudah terkenal seperti Gerbang Raung Banyuwangi, Ponorogo, atau Pagaralam yang punya operator resmi. Biasanya mereka sudah sediakan perlengkapan canyoneering lengkap dan ada instruktur yang nge-briefing teknik dasar turun pakai tali dan aturan keselamatan. Jangan malu buat tanya detail, mulai dari kedalaman air, level kesulitan, sampai durasi.
Beberapa tips pribadi dariku:
1. Tidur cukup sebelum berangkat, karena canyoneering itu cukup menguras tenaga.
2. Sarapan dulu, tapi jangan terlalu berat supaya nggak mual saat banyak gerak.
3. Pastikan asuransi perjalanan atau paket wisata sudah mencakup aktivitas outdoor.
4. Kalau kamu berkacamata minus, bisa pakai kacamata sport strap atau lensa kontak.
Buat yang tinggal di Jawa Timur dan cari tempat canyoneering terdekat, coba riset beberapa spot seperti Gerbang Raung Banyuwangi, jalur-jalur canyoneering Ponorogo, sampai Pagaralam (sedikit lebih jauh tapi view-nya juga cakep). Bandingkan paket wisata gerbang raung dan destinasi lain: biasanya sudah termasuk guide, makan siang, dan dokumentasi.
Menurutku, hal paling seru dari canyoneering di Gerbang Raung adalah momen saat menggantung di depan air terjun, baik posisi horizontal maupun terbalik, sambil lihat hutan lebat di sekeliling. Awalnya takut, tapi begitu percaya sama tali dan instruktur, rasa takut pelan-pelan berubah jadi rasa puas. Kalau kamu suka petualangan, wajib banget masukin canyoneering Gerbang Raung ke bucket list liburanmu di Banyuwangi.
🍋 Welcome to Lemon8! 🍋 Seneng banget lihat kamu posting! 🎉 Dapatkan tips agar konten kamu makin populer dengan follow @Lemon8Indonesia! Yuk posting lebih banyak konten lainnya! 🤩
🍋 Welcome to Lemon8! 🍋 Seneng banget lihat kamu posting! 🎉 Dapatkan tips agar konten kamu makin populer dengan follow @Lemon8Indonesia! Yuk posting lebih banyak konten lainnya! 🤩