Diduga Penyelundupan BBM Bersubsidi di Pelabuhan Siwa Wajo Beralih ke Bone Libatkan Oknum

Bone | Intipos.com – Kasus dugaan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis bio solar marak di kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Bahkan diduga kuat libatkan oknum aparat “Ijo dan coklat” sehingga aktivitas tersebut berjalan mulus.

Dugaan penyelundupan ini diduga kuat melalui jalur laut. Salah satu yang menjadi lokasi penyeberangan BBM bersubsidi secara ilegal yakni di kelurahan Pallette, Kecamatan Tanete Riattang Timur.

Dengan adanya aktivitas tersebut diduga kuat salah satu penyebab langkahnya BBM bersubsidi jenis bio solar disejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Seperti diketahui bersama bahwa sebelumnya para mafia melakukan aktivitas penyelundupan BBM secara ilegal melalui pelabuhan Siwa, kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Dan sekarang kini diduga kuat beralih ke kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

“ Dulunya di pelabuhan Siwa, sekarang pindah ke Pallette (kabupaten Bone),” ujar salah seorang warga kepada media yang meminta tidak disebut namanya, Minggu (07/09/2025).

Bahkan kata dia, aktivitas tersebut diduga kuat di akomodir oleh oknum sekdes di kabupaten Bone. Selain itu seorang warga kabupaten Wajo inisial ARF disebut juga ikut terlibat dalam bisnis penyelundupan BBM secara ilegal.

Sementara terduga oknum sekdes coba diminta klarifikasinya sebagai perimbangan dalam pemberitaan memilih tak merespon. Pesan WhatsApp yang dilayangkan menunjukkan centang dua biru.

Begitupun “ARF” dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp memilih tidak memberikan tanggapan apapun.

Sehubungan hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvian Aji Kurniawan dikonfirmasi terkait aktivitas pengangkutan solar di kelurahan Pallette, memilih tidak memberikan tanggapan. Pesan WhatsApp yang dilayangkan menunjukkan centang dua abu-abu.

Hingga berita ini ditayangkan, upaya klarifikasi awak media gagal, baik dari terduga mafia solar maupun dari Kasat Reskrim Polres Bone.

#sorotan #fyp #viral #solar #videoviral @poldasulsel86

2025/9/24 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPenyelundupan BBM bersubsidi terus menjadi masalah serius yang berdampak negatif terhadap perekonomian dan distribusi bahan bakar resmi di Sulawesi Selatan. Beralihnya lokasi penyelundupan dari Pelabuhan Siwa, Wajo, ke Kelurahan Pallette, Kabupaten Bone, menandakan jaringan ilegal semakin kompleks dan canggih, terutama apabila diduga melibatkan oknum aparat seperti "Ijo dan coklat" yang mempermudah kelancaran kegiatan ini. Melalui jalur laut, bio solar bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan kegiatan usaha resmi diselundupkan secara ilegal sehingga menyebabkan langkahnya pasokan di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hal ini tentu merugikan konsumen serta pemerintah, yang sudah menetapkan subsidi BBM sebagai bagian dari kebijakan sosial untuk meringankan biaya energi masyarakat. Peran oknum sekdes di Kabupaten Bone sebagai fasilitator aktivitas ini semakin mengkhawatirkan. Keterlibatan warga dari Kabupaten Wajo berinisial ARF juga menambah bobot temuan bahwa sindikat penyelundupan telah berjejaring lintas daerah. Upaya konfirmasi dan klarifikasi belum mendapatkan respons, yang memperlihatkan tingkat kerahasiaan dan risiko yang menyelimuti praktik ilegal ini. Penindakan hukum terhadap pelaku dan oknum terkait sangat diperlukan agar pasokan BBM bersubsidi dapat kembali berjalan normal dan manfaatnya sampai kepada masyarakat yang berhak. Masyarakat diharapkan lebih waspada dan berperan serta melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi merusak distribusi bahan bakar. Penyelundupan BBM bersubsidi yang terus berlarut hanya akan memperparah kelangkaan dan menimbulkan dampak sosial ekonomi yang luas. Penting untuk melakukan pengawasan ketat dan sinergi antarinstansi terkait agar jalur-jalur penyelundupan laut maupun darat dapat tertutup. Edukasi mengenai dampak negatif penyelundupan dan bagaimana masyarakat dapat berpartisipasi aktif menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi permasalahan ini secara tuntas.