Setelah Golden Dome, Trump mau bikin kapal perang terbesar dan termahal sepanjang sejarah. Namanya USS Trump-class.
Tapi dunia militer sudah berubah: drone, swarm systems, rudal, dan platform murah justru makin dominan. Jadi pertanyaannya, apakah kapal raksasa ini masih relevan, atau justru jadi pertaruhan mahal yang salah era?
Narator: @denistoruan
#amerika #militer #trump #armoryreborn #decodingthepower #narratingthefuture
Pengalaman saya mengikuti perkembangan isu militer menunjukkan bahwa konsep kapal perang raksasa seperti USS Trump-class memang menarik perhatian, terutama dari sisi kekuatan simbolik dan proyek ambisius yang dapat menggerakkan industri pertahanan. Namun, tren pertempuran modern sudah bergeser ke penggunaan teknologi drone, sistem swarm, dan senjata presisi yang lebih efisien dan biaya operasional yang jauh lebih rendah. Sebagai contoh, banyak negara kini semakin mengandalkan platform tanpa awak (unmanned systems) yang dapat mengurangi risiko korban jiwa sekaligus meningkatkan kecepatan dan akurasi serangan. Sistem swarm drones, yang merupakan kumpulan drone kecil yang bekerja secara terkoordinasi, mampu membanjiri sistem pertahanan musuh secara efektif tanpa memerlukan investasi besar seperti kapal perang raksasa. Selain itu, dari perspektif biaya, laporan Congressional Budget Office AS menyoroti bahwa pembangunan 15 kapal dalam "Golden Fleet" dapat menelan dana hingga US$275 miliar hingga 2056, dengan setiap kapal baru saja diperkirakan menghabiskan US$23 miliar. Angka fantastis ini menimbulkan pertanyaan apakah investasi sebesar itu masih rasional ketika musuh sudah menggunakan taktik yang lebih lincah dan cepat. Dalam konteks strategi yang saya ikuti, kapal perang super besar bukan hanya menghadapi tantangan harga yang tinggi, tetapi juga kerentanan terhadap serangan presisi dan serbuan drone yang bisa melemahkan kapal besar secara cepat. Oleh karena itu, penting bagi Angkatan Laut AS dan negara-negara lain yang memiliki kekuatan besar untuk mengevaluasi keseimbangan antara kekuatan konvensional dan inovasi teknologi baru. Keputusan untuk membangun USS Trump-class mungkin juga bersifat simbolik, menegaskan bahwa Amerika ingin tetap menunjukkan kekuatan dan supremasi militernya di era yang penuh perubahan. Namun, ke depan, saya percaya bahwa pemenang dalam perang masa depan bukan hanya yang memiliki perangkat tempur terbesar, melainkan yang paling efisien dan adaptif terhadap perubahan teknologi.











