"Anak yang mau mendengarkan nasihat lahir dari orang tua yang dulu mau mendengarkan dan memberikan perhatian. Sebab telinga anak belajar dari hati orang tuanya."
Peran orang tua dalam perkembangan anak sangat penting, terutama dalam membentuk karakter dan kemampuan mendengarkan. Anak yang tumbuh dalam lingkungan di mana orang tua aktif memberikan perhatian dan mau mendengarkan cenderung lebih terbuka dan mudah menerima nasihat. Hal ini karena proses komunikasi yang efektif dimulai dari empati dan perhatian orang tua terhadap perasaan dan kebutuhan anak. Mendengarkan anak secara aktif tidak hanya membantu anak merasa dihargai, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak. Ketika anak merasa didengar, mereka akan lebih percaya diri dalam menyampaikan pikiran dan perasaannya. Sebaliknya, anak yang sering merasa diabaikan atau kurang diperhatikan cenderung sulit menerima masukan dan nasihat. Selain itu, pendekatan mendengarkan dari orang tua juga mengajarkan anak bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan menghargai orang lain. Anak belajar bahwa komunikasi bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga mendengarkan dengan hati. Oleh karena itu, untuk membentuk anak yang cerdas dan berkarakter, sangat penting bagi orang tua untuk menjadi pendengar yang baik dan memberikan perhatian penuh dalam setiap interaksi. Dalam praktiknya, orang tua dapat menerapkan beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan anak, seperti menyediakan waktu khusus tanpa gangguan (misal tanpa ponsel atau televisi), memberikan respon empatik, dan mengajukan pertanyaan terbuka yang memicu anak untuk berpikir dan berbicara lebih dalam. Dengan demikian, nasihat yang diberikan akan lebih mudah diterima dan dipahami oleh anak, menjadikan proses pembelajaran dan pembinaan karakter anak lebih efektif.
