Jangan pernah remehkanibu rumah tangga
“Jangan… pernah remehkan
ibu rumah tangga..yang berani ngonten.
Kami bukan cuma pegang sapu.
Bukan cuma urus dapur.
Kami.sedang membangun mimpi.
Di sela tangisan anak…
di antara cucian yang belum kering
kami tetap rekam.
Tetap edit.
Tetap upload.
Dibilang cuma main HP?
(senyum tipis)
Biar saja.
Karena mereka tidak tahu…
di balik layar kecil itu
ada doa yang tidak pernah putus.
Pelan… iya.
Capek… pasti.
Tapi berhenti?
Tidak.
Kami bukan cuma ibu rumah tangga.
Kami.pejuang masa depan.tetap semagat buat kita sumua gays 💪😇🫶🥰
#NgurusRumah #NyataDanBermanfaat #kreatorindonesa #Lemon8 #irt
Dalam pengalaman saya sebagai ibu rumah tangga yang juga aktif membuat konten, saya dapat merasakan betapa besar tantangan yang harus dihadapi. Tidak hanya harus mengurus rumah, anak, dan berbagai pekerjaan rumah tangga lain, tapi juga harus mengatur waktu untuk berkarya di dunia digital. Terkadang, saya harus merekam video sambil menenangkan anak yang sedang rewel atau mengedit konten ketika cucian belum selesai dikeringkan. Saya sering mengalami pandangan sebelah mata dari orang lain yang menganggap ibu rumah tangga cuma 'main HP' saja. Namun bagi saya, konten yang saya buat bukan hanya hiburan, melainkan juga bagian dari perwujudan mimpi dan doa yang saya tanamkan demi masa depan keluarga dan diri saya sendiri. Proses pembuatan konten ini menjadi semacam pelarian sekaligus wadah berkarya yang memberi saya energi dan semangat baru di tengah kesibukan rumah tangga. Selain mengasah kreativitas dan mengembangkan diri, membuat konten juga membantu saya untuk tetap terhubung dengan dunia luar dan membangun jejaring sosial yang lebih luas. Ibu rumah tangga yang berkonten bukan hanya merekam aktivitas sehari-hari, tapi juga menyebarkan inspirasi dan manfaat bagi banyak orang. Jadi jangan pernah meremehkan ibu rumah tangga yang berani berkarya—mereka adalah pejuang masa depan yang penuh semangat dan dedikasi.



Tetap semangat