Pernah ga sih merasa dititik "Aku ga kuat lagi Ya Allah" atau "Bantu aku Ya Allah"
Kalo pernah, kita sama. Toss 🙏 . Tapi nih, semenjak aku mengamalkan dzikir apapun terutama dzikir ini secara rutin, hidupku lebih tenang. Karena pada dasarnya, dzikir merupakan jembatan menuju kedekatan dengan Allah dan sarana untuk mendatangkan ketenangan hati.
Terlebih ketika merasa mentok ga berarah aku selalu dzikir doa ini
... Baca selengkapnyaJujur, aku dulu tipe orang yang kalau lagi kepepet masalah, apalagi soal uang atau urusan kerjaan, gampang panik duluan. Baru setelah sering denger kajian tentang pertolongan Allah yang datang dari arah tidak disangka-sangka, aku mulai serius mengamalkan doa dan dzikir memohon pertolongan Allah, khususnya doa "Ya Hayyu Ya Qoyyum bi rahmatika astaghits" ini.
Biasanya aku baca doa ini di waktu-waktu tenang seperti setelah shalat, dan juga saat kondisi lagi benar-benar terdesak. Misalnya ketika tanggal tua, kebutuhan banyak, sementara pemasukan belum jelas. Di momen seperti itu, selain ikhtiar, aku duduk sebentar, ambil wudhu, lalu baca dzikir pagi petang dan doa memohon pertolongan Allah ini berulang-ulang sambil benar-benar mencoba husnudzon bahwa Allah pasti menolong.
Satu hal yang aku rasakan, sebelum pertolongan Allah datang dalam bentuk solusi nyata, biasanya hati dulu yang dibuat tenang. Panik pelan-pelan berkurang, pikiran jadi lebih jernih sehingga bisa mikir langkah apa yang harus diambil. Kadang pertolongan Allah itu hadir lewat orang yang tiba-tiba menawarkan bantuan, peluang kerja sampingan yang nggak pernah kepikiran sebelumnya, atau masalah yang tadinya rumit tiba-tiba terasa ringan.
Kalau kamu lagi merasa terdesak, termasuk soal butuh uang, menurutku penting banget untuk tetap jaga hubungan dengan Allah lewat doa dan dzikir. Doa ini bisa kamu jadikan amalan rutin:
"Ya Hayyu Ya Qoyyum bi rahmatika astaghits, wa ashlih li sya’ni kullahu wa la takilni ila nafsi tharfa ta’inin abadan."
Artinya kurang lebih: "Wahai Yang Maha Hidup, Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan. Perbaikilah seluruh urusanku dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri meski sekejap mata."
Selain doa ini, aku juga sering mengingat hadits dan nasihat tentang pentingnya saling menasihati dalam kebaikan. Kadang obrolan singkat dengan teman yang shalih/shalihah bisa jadi wasilah pertolongan Allah, entah berupa nasihat, jaringan kerja, atau sekadar menguatkan mental kita.
Kalau lagi takut sama masa depan, takut nggak bisa bayar ini-itu, aku coba tanamkan rasa takut kepada Allah di atas takut kepada makhluk. Bukan takut yang bikin minder, tapi rasa segan dan sadar bahwa Allah Maha Melihat usaha kita. Dari situ timbul semangat untuk terus ikhtiar sambil memperbanyak doa dan dzikir meminta pertolongan kepada Allah.
Intinya, saat kamu merasa di titik mentok, jangan berhenti di kalimat "aku nggak sanggup". Sambungkan kalimat itu dengan doa: "Ya Allah, aku nggak sanggup kecuali dengan pertolongan-Mu." Terus jaga dzikir, terutama dzikir pagi petang, dan jadikan doa memohon pertolongan Allah ini sebagai teman setia di setiap fase hidupmu.