Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan berbagai lafal bacaan shalawat. Sikap yang tepat adalah berusaha menghafal semuanya dan mengamalkannya secara bergantian, sehingga kita tergolong orang yang melestarikan ajaran Beliau. Berikut beberapa diantara bacaan shalawat yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
🕋Dari Ka’ab bin Ujrah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan shalawat:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Allaahumma sholli 'alaa muhammad, wa 'alaa aali muhammad, kamaa shollaita 'alaa ibroohiim, wa 'alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid. Allaahumma baarik 'alaa muhammad, wa 'alaa aali muhammad, kamaa baarokta 'alaa ibroohiim, wa 'alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid.
Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad (termasuk anak dan istri atau umatnya), sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.
HR. Al-Bukhari dalam Fathul Baari 6/408 dan Muslim.
🕋 shalawat Nabi
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Allaahumma sholli 'alaa muhammad, wa 'alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi, kamaa shollaita 'alaa aali ibroohiim. Wa baarik 'alaa muhammad, wa 'alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi, kamaa baarokta 'alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid.
Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.
HR. Al-Bukhari dalam Fathul Baari 6/407 dan Imam Muslim meriwayatkannya dalam kitabnya 1/306. Lafal hadits tersebut menurut riwayat Muslim.
🕋 Shalawat nabi
Dari Amr bin Hazm, dari salah seorang sahabat, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca,
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala ahli baitihii, wa ‘ala azwaajihii wa dzurriyatihii, kamaa shallaita ‘ala aali ibrahim innaka hamiidum majiid. Wa baarik ‘ala muhammad wa ‘ala ahli baitihii, wa ‘ala azwaajihii wa dzurriyatihii, kamaa baarakta ‘ala aali ibrahim innaka hamiidum majiid.
(HR. Ahmad, Abdurazaq dalam Mushanaf, At-Thahawi dengan sanad yang shahih).
🤲Doa
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
Allaahumma innii as-alukal jannah, wa a'uudzu bika minan-naar.
Ya Allah, aku mohon kepada-Mu surga, dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِأَنِّيْ أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ اْلأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِيْ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Allaahumma innii as-aluka bi-annii asyhadu annaka antallaah, laa ilaaha illaa antal ahadush-shomadul-ladzii lam yalid wa lam yuulad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad.
Ya Allah, aku mohon kepadaMu dengan bersaksi, bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Esa, tidak membutuhkan sesuatu tapi segala sesuatu butuh kepadaMu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, tidak seorang pun yang menyamaiNya, (sesungguhnya aku mohon kepadaMu).
اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika, wa syukrika, wa husni 'ibaadatik.
Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu.
Doa Setelah Tasyahhud Akhir Sebelum Salam
Doa Setelah Tasyahhud Akhir Sebelum Salam 8
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
Allaahummagh-fir lii maa qoddamtu wa maa akh-khortu, wa maa asrortu wa maa a'lantu, wa maa asroftu wa maa anta a'lamu bihi minnii. Antal muqoddimu wa antal mu-akh-khiru, laa ilaaha illaa anta.
Ya Allah, ampunilah aku akan (dosaku) yang aku lewatkan dan yang aku akhirkan, apa yang aku rahasiakan dan yang kutampakkan, yang aku lakukan secara berlebihan, serta apa yang Engkau lebih mengetahui dari pada aku, Engkau yang mendahulukan dan mengakhirkan, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau.
Shalawat dan salam atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan hanya amalan yang mulia, tetapi juga merupakan bentuk kecintaan dan pengharapan akan syafaat di akhirat. Dalam tuntunan Rasulullah, terdapat beberapa lafaz shalawat yang dianjurkan untuk diamalkan, sebagaimana diriwayatkan dalam berbagai hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, Ahmad, serta periwayatan lain. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Prof. Dr. Abdurrahman As-Sudais, Imam dan Khotib Masjidil Haram di Makkah, bershalawat sesuai tuntunan Rasulullah sangatlah utama dan tidak boleh diselisihi bentuk dan lafaznya karena mengandung keberkahan dan manfaat khusus. Beliau menegaskan bahwa shalawat yang paling utama adalah yang diajarkan oleh Rasulullah dan diriwayatkan oleh para shahabat. Memperbanyak shalawat tidak hanya sekedar mengucapkan lafaz saja, melainkan juga harus disertai penghayatan makna dan keikhlasan dalam berdoa agar Allah SWT melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada Nabi, keluarga, istri-istri, serta keturunannya. Selain itu, doa-doa yang diajarkan setelah tasyahhud akhir sebelum salam seperti memohon ampunan kepada Allah, meminta perlindungan dari api neraka, dan doa untuk tetap istiqamah dalam dzikir serta syukur juga menjadi pelengkap penting dalam ibadah harian. Dalam praktiknya, umat Islam dianjurkan untuk menghafal dan mengamalkan bacaan shalawat ini secara bergantian agar selalu mendapatkan keberkahan serta mendekatkan diri kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Dengan demikian, kita termasuk dalam golongan yang melestarikan sunnah dan turut menyebarkan kecintaan kepada Rasulullah. Selain itu, mengamalkan shalawat sesuai tuntunan juga membantu menjaga aqidah dari pembauran atau kesalahan dalam beribadah. Syaikh As-Sudais juga mengingatkan agar tidak menggunakan lafaz lain yang menyelisihi sunnah karena bisa mengurangi keberkahan dan tidak sesuai dengan petunjuk Nabi. Melalui amalan shalawat yang sesuai dengan tuntunan, setiap muslim bisa mendapatkan pahala berlipat dan doa mereka akan sampai langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini ditegaskan dalam sabda Rasulullah bahwa setiap shalawat yang dipanjatkan kepada beliau, maka Allah akan membalas shalawat itu sepuluh kali lipat kepada orang yang bershalawat. Oleh karena itu, mari kita jadikan membaca shalawat sebagai kebiasaan harian, terutama di waktu-waktu mustajab seperti setelah shalat, di hari Jumat, atau pada momentum lainnya yang memperkuat ikatan cinta dan pengabdian kepada Rasulullah. Dengan istiqamah membaca shalawat, insya Allah hidup kita penuh berkah dan keberkahan akan tercurah kepada kita dan keluarga.













































