DO'S & DON'TS SAAT BERTAMU AGAR SILATURAHMI TERJAGA🤝
Hay Mammons🍋
Setiqp kali lebaran pasti ada momen silaturahmi baik itu ke saudara2 maupun tetangga. Sebelum bertamu baiknya kita perlu memerhatikan hal2 yg boleh dilakukan dan yg tdk boleh dilakukan.
• Pilih Waktu yang Tepat
Hindari bertamu pada waktu istirahat, seperti setelah Zuhur, setelah Isya, atau terlalu pagi.
• Memberi Salam dan Izin Masuk
Ucapkan salam dan minta izin maksimal tiga kali. Jika tidak ada jawaban, segeralah pulang dengan lapang dada.
• Posisi Berdiri
Jangan berdiri menghadap pintu yang terbuka (mengintip ke dalam), tetapi berdirilah di samping pintu.
• Berpakaian Sopan dan Rapi
Kenakan pakaian yang menutup aurat dan menghormati tuan rumah.
• Membawa Buah Tangan
Disunnahkan membawa hantaran (makanan/barang) untuk mempererat silaturahmi, namun jangan memaksakan diri.
• Duduk di Tempat yang Ditunjukkan
Duduklah dengan sopan di tempat yang dipersilakan, tidak selonjoran atau bersikap santai berlebihan.
• Menjaga Lisan dan Sikap
Hindari membahas topik sensitif, bergosip, menanyakan hal pribadi (kapan nikah, kerja di mana), atau mengomentari isi rumah. Jika membawa anak kecil dikondisikan tdk boleh berlari2an didalam ruangan.
• Menghargai Hidangan
Cicipi hidangan yang disajikan dan jangan mencela makanan.
• Tidak Berlama-lama
Sadari situasi, jangan mengobrol terlalu lama jika tuan rumah terlihat sibuk atau banyak tamu lain.
• Berpamitan dengan Sopan
Ucapkan terima kasih dan doa keberkahan untuk tuan rumah sebelum pulang.
#CeritaLebaran #TipsLemon8 #RamadhanGuide #BudeLemon8 #lemon8irt Lemon8 Family ✨ Lemon8IRT Lemon8_ID
Pengalaman saya saat bertamu di hari Raya Idul Fitri sangat memperkuat arti penting menjaga adab bertamu agar silaturahmi semakin erat. Selain memilih waktu yang tidak mengganggu, saya selalu memastikan untuk memberi salam dengan tulus dan meminta izin masuk dengan sopan maksimal tiga kali sesuai anjuran. Hal ini membuat tuan rumah merasa dihormati dan suasana menjadi hangat. Membawa buah tangan memang sunnah dan sangat dianjurkan karena dapat menunjukkan rasa penghargaan kita kepada tuan rumah. Namun saya selalu sesuaikan dengan kondisi, jangan sampai memberatkan diri. Biasanya saya membawa kue khas Lebaran atau buah-buahan segar. Ketika masuk, saya duduk di tempat yang sudah dipersilakan tanpa bersikap terlalu santai seperti selonjoran, agar tetap menjaga sopan santun. Menjaga lisan dan sikap juga tidak kalah penting, terutama menghindari membahas topik sensitif, bergosip, atau bertanya hal pribadi yang bisa membuat suasana kurang nyaman. Saya sendiri lebih memilih berbincang ringan yang menghangatkan hati dan cerita pengalaman Ramadhan. Selain itu, pengalaman saya mengajari bahwa menghargai hidangan yang disajikan, walaupun mungkin tidak sesuai selera, tetap penting untuk menghormati tuan rumah. Terakhir, jangan lupa untuk tidak berlama-lama dan berpamitan dengan sopan serta mendoakan tuan rumah agar mendapatkan keberkahan. Dengan menjalankan adab bertamu yang baik, momen silaturahmi Lebaran menjadi lebih bermakna dan membawa kebahagiaan bagi semua pihak.





