curhatanku

hai..aku perempuan yg urakan dari dulu..dan dapat pasangan yg pendiem tapi penyayang..

tapi yg anehnya dia selalu kena musibah dan dapat masalah,yg lebih gila lagi semua orang nyalahin aku yg notabene perempuan urakan,kasar pasti bersalah.mau itu keluarga aku,keluarga dia gaada yg percaya sama aku..sampai disatu titik,kejadian besar menimpa kami,kami bertahan pun rasanya sudah sulit,sgala hal udah aku korbanin.tp nyatanya ttp aja smua kesalahan dilimpahin ke aku.apa salah hidup apa adanya???apa harus hidup dgn kemunafikan???

3/3 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam menjalani hubungan dengan pasangan yang pendiam namun penyayang, saya juga mengalami dinamika yang cukup kompleks, terutama saat tantangan terus berdatangan. Seringkali, kita sebagai perempuan yang dianggap urakan atau keras, mudah sekali dijadikan kambing hitam saat terjadi masalah. Padahal, komunikasi yang terbuka dan pengertian dari kedua belah pihak sangat penting untuk menjaga keharmonisan. Saya menyadari bahwa banyak orang di sekitar kita, termasuk keluarga sendiri, terkadang cepat menjudge tanpa mengetahui fakta sebenarnya. Hal ini dapat membuat kita merasa terisolasi dan tidak dipercaya meskipun sudah berusaha sekuat tenaga untuk bertahan dan berkorban demi hubungan. Namun, pengalaman ini juga mengajarkan saya pentingnya menjadi tegar dan membangun mental yang kuat agar tidak mudah terpuruk. Selain itu, menghadapi stigma dan prasangka negatif juga memotivasi saya untuk terus belajar memperbaiki diri tanpa kehilangan identitas. Dalam perjalanan ini, saya mulai memahami bahwa hidup apa adanya bukan berarti menyerah pada keadaan, tetapi mampu menerima dan berusaha mencari solusi atas masalah yang dihadapi. Kemunafikan dalam hubungan hanya akan menimbulkan keretakan yang lebih dalam. Saya juga menemukan bahwa berbagi cerita dengan orang yang dipercaya atau mencari komunitas yang suportif dapat sangat membantu dalam melewati masa sulit. Kadang, hanya dengan didengarkan dan dimengerti, beban pikiran bisa berkurang. Oleh karena itu, jangan ragu untuk curhat dan buka hati pada mereka yang benar-benar peduli. Pengalaman ini sangat berharga bagi saya untuk tumbuh dan memahami nilai sebuah kesetiaan, kejujuran, dan kasih sayang sejati. Semoga cerita saya bisa menjadi pengingat bagi siapa saja yang sedang berjuang dalam hubungan, bahwa setiap kesulitan pasti ada hikmah dan yang terpenting adalah tetap jujur dan berusaha dari hati.

Posting terkait

Curhat dikit ya say
Niat hati pengen challenge ngreview produk di wajah aku, ujung"nya mangkrak ditengah jalan. Sorry banget buat kalian yang udah ngikutin dan nungguin review dihari ke-enam dan selanjutnya. Sebenernya aku emang pengen banget nunjukin setiap progres salah satu skincare yang emang bener" aku pa
Putri Wijayanti

Putri Wijayanti

190 suka

Curhat Sedikit✨
Assalamualaikum sahabat lemon8 Aku Nikah di usia 19 tahun beda 10 thn sama suamiku,sekarang kami masih tinggal di rumah ortu suamiku. Bukan tidak bersyukur atau pun tidak betah tinggal bersama mertua tapi peran sebagai istri dan seorang ibu menjadi kurang bagiku karna terhalang oleh rasa gak enak
— Lenn❀.

— Lenn❀.

48 suka

Gambar menunjukkan dua pria duduk di tanah, satu mengenakan jas hujan hitam dengan wajah ditutupi emoji menangis, dan satu lagi jas hujan biru. Kaki pria berjas hujan hitam terlihat telanjang dan kotor. Teks 'Bikin panik !!!' menutupi gambar, menggambarkan kepanikan setelah kecelakaan motor.
Bikin panik !!! #1curhatan
Hari ini rasanya dada aku sesak. Dapet kabar kalo suami jatuh dari motor saat kerja. Dan seketika itu juga, tangan aku langsung dingin… pikiran ke mana-mana… dan cuma satu yang ada di kepala: “Ya Allah, jangan sampai terjadi apa-apa." Lucu ya… sehari-hari dia sering bikin aku kesel. Kadang
ichasdg

ichasdg

1 suka

Gambar menunjukkan smartphone hitam dengan mikrofon dan kabel, bertuliskan 'TERNYATA NGONTEN CURHAT DILARANG DALAM AGAMA ini kata para orang sholeh...' dan 'irt 30+ tahun'. Ini adalah judul artikel tentang bahaya curhat di media sosial.
Teks di atas smartphone menjelaskan kemudahan oversharing di sosmed, potensi pahala atau dosa jariyah, dan rangkuman alasan ulama melarang curhat berlebihan.
Teks di atas smartphone membahas alasan pertama larangan oversharing: menimbulkan hasad. Disarankan menyembunyikan cerita pribadi atau keluarga untuk menghindari rasa iri.
Bahaya ngonten curhat dalam agama !!!
Ini kata orang sholeh... ==================================== Awal-awal sosmed berkembang, semakin mudah kita dapat segala informasi entah itu edukasi atau pengalaman hidup seseorang Kadang gak sadar kalau ngonten kebablasan curhat tentang diri sendiri, atau mungkin bisa aja sadar dengan alibi
Alvi Suryani

Alvi Suryani

14 suka

Gambar menunjukkan seorang wanita muda duduk di kursi kayu dengan teks besar "Compassion Fatigue Capek Jadi Tempat Curhat!". Wanita itu mengenakan gaun biru muda bermotif bunga putih dan menatap ke kamera.
Gambar menampilkan bagian bawah tubuh wanita yang sama duduk di kursi, dengan teks menjelaskan ciri-ciri compassion fatigue seperti kehilangan energi sosial dan merasa kosong, serta logo Lemon8.
Gambar menampilkan bagian bawah tubuh wanita yang sama duduk di kursi, dengan teks yang menguraikan pemicu compassion fatigue, seperti menjadi "safe place" dan mudah berempati, serta logo Lemon8.
Capek Jadi Tempat Curhat Terus? Wajar!
Hollllaaaaaaa🍅 Ikut sedih saat orang sedih itu baik. Tapi kalau kamu sampai ikut capek, kosong, bahkan mati rasa… itu tanda kamu butuh istirahat juga 😭 Aku ingetin: menolong boleh, tapi jangan sampai diri kamu sendiri ikut tenggelam 💛✨ #Mentality #TipsDariUmurKu #HealingJourney #AkuPern
Oydwis🌷

Oydwis🌷

7 suka

Irt Jadi terharu❓ jadi tempat curhat anak ku🫶😍🍋🙄
Hai lemonade, #KeseharianKu kalau di rumah walaupun gak kemana2, suka dengerin anakku curhat entah itu tentang temannya, tentang hal2 yang menurutnya unik, bertanya banyak hal terutama masalah pasangan(kecil2 udah curhat masalah cewe)😁😅😅. #JujurAja Anakku awalnya tife introvert, jarang sos
Ine_agustine

Ine_agustine

8 suka

Lihat lainnya