بسم الله الرحمن الرحيم

🍂" Jika ingin menyalahkan jeleknya kepemimpinan pemimpin, maka rakyatnyalah yang lebih dahulu mengintropeksi diri. Karena pemimpin adalah cerminan dari rakyatnya.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata (yg artinya) :

“Renungkanlah hikmah Allah Ta’ala dalam keputusan-Nya memilih para raja, pemimpin dan pelindung umat manusia adalah sama dengan amalan rakyatnya bahkan perbuatan rakyat seakan-akan adalah cerminan dari pemimpin dan penguasa mereka.

Jika rakyat lurus, maka akan lurus juga penguasa mereka. Jika rakyat adil, maka akan adil pula penguasa mereka.

Namun, jika rakyat berbuat zholim, maka penguasa mereka akan ikut berbuat zholim.

Jika tampak tindak penipuan di tengah-tengah rakyat, maka demikian pula hal ini akan terjadi pada pemimpin mereka.

Jika rakyat menolak hak-hak Allah dan enggan memenuhinya, maka para pemimpin juga enggan melaksanakan hak-hak rakyat dan enggan menerapkannya.

Jika dalam muamalah rakyat mengambil sesuatu dari orang-orang lemah, maka pemimpin mereka akan mengambil hak yang bukan haknya dari rakyatnya serta akan membebani mereka dengan tugas yang berat.

Setiap yang rakyat ambil dari orang-orang lemah maka akan diambil pula oleh pemimpin mereka dari mereka dengan paksaan.

Dengan demikian setiap amal perbuatan rakyat akan tercermin pada amalan penguasa mereka. Berdasarkah hikmah Allah, seorang pemimpin yang jahat dan keji hanyalah diangkat sebagaimana keadaan rakyatnya..”

[Miftah Daris Sa’adah hal. 253, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah, Beirut, Syamilah]

📗Baca selengkapnya: https://muslimafiyah.com/rakyat-terus-bermaksiat-akan-diberi-pemimpin-yang-dzalim.html

✍️ Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK. hafizhahullahu ta’ala

👉Silahkan gabung di group Telegram KOMUNITAS SUNNAH

https://t.me/komunitassunnah

👉 Silahkan gabung di group WhatsApp MENGAJI MUSLIMAH6

https://chat.whatsapp.com/LLKjrQQqGb70498KuCgIwt

2025/8/31 Diedit ke

... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku termasuk orang yang gampang banget mengeluh soal pemimpin. Setiap ada kebijakan yang terasa nggak adil, refleksnya nyalahin pemerintah. Tapi setelah baca penjelasan tentang "pemimpin adalah cerminan rakyatnya" dari Ibnu Qayyim dan ayat Al-Qur'an di surah Al-An'am, aku jadi kejedot realita: jangan-jangan masalahnya juga ada pada diri kita sebagai rakyat. Kalimat bahwa Allah akan berikan pemimpin yang sesuai dengan rakyatnya itu bikin aku mikir ulang. Misalnya, kita sering protes karena pemimpin korup, tapi dalam keseharian kita masih toleran dengan kecurangan kecil: nitip absen, mark up nota, pakai barang kantor untuk keperluan pribadi, atau buang sampah sembarangan padahal tahu itu salah. Keliatannya sepele, tapi budaya curang yang dibiarkan terus-menerus bisa jadi cikal bakal lahirnya penguasa yang zalim. Aku juga mulai memperhatikan kebiasaan di sekitar: di jalan orang nggak sabar antri, di kantor suka saling menjatuhkan, di keluarga pun kadang kita abai terhadap hak orang tua, pasangan, atau anak. Lalu kita berharap punya pemimpin yang adil, sabar, amanah, dan sayang rakyat. Padahal, kalau karakter kita sebagai rakyat masih jauh dari sifat-sifat itu, wajar kalau Allah jadikan penguasa seperti cerminan kita. Dari renungan ini, aku pelan-pelan mencoba mengubah fokus. Bukan berarti kita pasrah dengan kezaliman pemimpin, ya. Tapi sebelum ramai menyalahkan penguasa, aku bertanya ke diri sendiri: sudahkah aku jujur dalam jual beli? Sudahkah aku tepat waktu menunaikan amanah kerja? Sudahkah aku menjaga hak Allah: shalat, menutup aurat, menjauhi maksiat yang selama ini dianggap biasa-biasa saja? Karena dalam nasihat itu disebutkan, kalau rakyat meninggalkan hak-hak Allah, maka pemimpin pun akan enggan menunaikan hak-hak rakyat. Aku juga merasakan, ketika mulai memperbaiki diri — entah dengan memperbaiki shalat, lebih jaga lisan, nggak gampang gibah, dan berusaha adil dalam hal kecil — pandanganku terhadap ujian kepemimpinan jadi lebih tenang. Aku jadi melihat pemimpin zalim bukan sekadar musuh, tapi juga bisa jadi teguran dari Allah agar kita berhenti bermaksiat dan kembali kepada-Nya. Buat teman-teman yang lagi resah dengan kondisi negeri, mungkin bisa mulai dengan lingkar terkecil: diri sendiri, keluarga, lalu lingkungan. Tanamkan nilai jujur, adil, dan takut kepada Allah dalam hal-hal sederhana. Kalau satu per satu rakyat membaik, insyaAllah dengan hikmah-Nya, Allah akan berikan pemimpin yang lebih baik dan lebih sesuai dengan rakyat yang telah bertaubat dan berusaha taat. Renungan ini bukan untuk menyalahkan, tapi untuk mengajak sama-sama introspeksi dan memperbaiki diri.

Posting terkait

بسم الله الرحمن الرحيم
#perjalananhidup #RealitaDewasa
🌹 hijrah 🌹

🌹 hijrah 🌹

1 suka

بسم الله الرحمن الرحيم
#SegeraDanSemoga🤲 #fyp
henni.ch

henni.ch

1 suka

بسم الله الرحمن الرحيم
Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah. Apa pun yang Engkau berikan kepadaku, itu adalah yang terbaik. Jika bukan untuk hari ini, aku yakin pasti untuk masa yang akan datang #CeritaDiBalikUsia
SERUMPUN

SERUMPUN

1 suka

بسم الله الرحمن الرحيم الله أكبر
Hi! Aku baru di Lemon8! Hal yang aku sukai… Aku ingin posting… Ketahui aku lebih lanjut #FirstPostOnLemon8
Muhammad Dalwa SaPutra

Muhammad Dalwa SaPutra

2 suka

بسم الله الرحمن الرحيم
semoga dipermudahkan segala sesuatunya, hal2 baik berdatangan untuk kita semua, Amiiin. 🥰🤲 #BeautyUntukPemula #QuotesLemon8
Ƕմʂղąհąɾąհąքϩ𝟙♈🫶

Ƕմʂղąհąɾąհąքϩ𝟙♈🫶

0 suka

Lapangan BANDAR SRIBHAWONO 👜Brand:💰Harga:
بسم الله الرحمن الرحيم

بسم الله الرحمن الرحيم

0 suka

Waalaikumsallam warahmatullahi wabarakatuh , insyaallah zifaa baca surah Al Kahfi nya yaa 😊🙏🏻 #masyaallahtabarakkallah #hafiz #quran #anak #ngaji #allahummabarik #jumatberkah #alkahfi
Ummu Zifa

Ummu Zifa

341 suka

Assalamualaikum Selasa Bahagia🥰
#bukgurumerina
Buk guru Merina

Buk guru Merina

26 suka

Home ❤️ #interiorideas #klasiktradisional #homedecorideas #kampungvibes
Liza Mohd Nasib

Liza Mohd Nasib

2 suka

Imej menunjukkan segelas air dan ubat-ubatan, dengan teks 'Amalkan Selawat ini selalu untuk mohon kesembuhan'. Ia menggambarkan amalan selawat untuk kesembuhan yang sering dibaca sebelum minum air, seperti yang diterangkan dalam artikel.
SELAWAT JADI DOA MOHON KESEMBUHAN DARI SAKIT
Doa "Nawaitu Syifa" ialah amalan selawat ringkas untuk memohon kesembuhan dengan berkat Nabi Muhammad SAW, biasanya dibaca sebelum minum air. Lafaznya adalah:  بسم الله الرحمن الرحيم. نويت الشفاء ببركة المصطفى صلى الله عليه وسلم (Bismillahirrahmanirrahim. Nawaitu syifa’ bibarokatil mu
AdeenaLifestyle

AdeenaLifestyle

62 suka

بسم الله الرحمن الرحيم نويتو لله تعالى
🌹 hijrah 🌹

🌹 hijrah 🌹

1 suka

#fypシ゚ #video #fypdong #luarbiasa #like
𝗔𝗧𝗢𝗞🥢

𝗔𝗧𝗢𝗞🥢

0 suka

SAHAYAH BRAVO

SAHAYAH BRAVO

1 suka

بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم ورحمة الله وبركاته اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً "Yaa Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima.. (HR. Ibnu Majah no. 925,
@nursara

@nursara

57 suka

Darwis saban / darwis

Darwis saban / darwis

0 suka

Learning has no age limit
Yani Ajja

Yani Ajja

4 suka

bulan ramadhan
بسم الله الرحمن الرحيم

بسم الله الرحمن الرحيم

0 suka

بسم الله الرحمن الرحيم. tetap semangat
#doaibuayah #orangtua
🌹 hijrah 🌹

🌹 hijrah 🌹

0 suka

#RamadhanGuide
Pak Nung

Pak Nung

0 suka

Lihat lainnya