menambah ilmu bermanfaat mengenal bahasa isyarat

2025/10/2 Diedit ke

... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali dengar ada pelatihan bahasa isyarat dasar versi Jawa Barat dari GrabMerchant Teras Perwira, jujur aku langsung tertarik. Selama ini aku cuma tahu sekilas soal bahasa isyarat Indonesia, padahal di luar sana ada juga bahasa isyarat Malaysia (BIM) dan negara lain yang punya sistem berbeda. Baru paham kalau ternyata sama‑sama bahasa isyarat tapi nggak otomatis saling ngerti, karena punya kosakata dan aturan sendiri. Di pelatihan kemarin, instruktur menjelaskan dulu prinsip dasar bahasa isyarat: bukan cuma gerakan tangan, tapi juga ekspresi wajah dan posisi tubuh. Nah, pas aku mulai cari tahu lebih jauh di internet, sering banget ketemu kata kunci "bahasa isyarat malaysia". Ternyata banyak yang penasaran apa bedanya dengan bahasa isyarat yang dipakai di Indonesia. Dari yang aku baca dan tonton, BIM punya beberapa bentuk huruf dan tanda yang beda dengan BISINDO atau SIBI. Jadi walaupun sama‑sama untuk Tuli, sistemnya tidak seragam antar negara, mirip kayak perbedaan bahasa Indonesia dan bahasa Melayu. Menurutku, buat pemula yang lagi cari informasi seputar bahasa isyarat Malaysia, boleh banget mulai dari dasar dulu: pahami konsep alfabet jari, salam, dan kosakata sehari‑hari di bahasa isyarat yang paling dekat dengan lingkungan kita, misalnya BISINDO atau versi lokal seperti yang kupelajari di pelatihan Grab. Setelah itu, baru deh pelan‑pelan eksplor bahasa isyarat dari negara lain seperti BIM. Di YouTube dan media sosial, banyak kreator Tuli Malaysia yang berbagi konten BIM, itu bisa jadi referensi praktis sambil latihan. Hal lain yang aku sadari, mempelajari bahasa isyarat—baik Indonesia maupun Malaysia—bukan cuma soal linguistik, tapi juga soal sikap. Di pelatihan, instruktur sering mengingatkan untuk tidak malu bertanya langsung ke teman Tuli kalau kita ragu dengan suatu tanda. Lebih baik jujur masih belajar daripada sok paham. Sikap ini juga relevan kalau suatu saat kita berinteraksi dengan pengguna bahasa isyarat Malaysia, misalnya di forum internasional atau komunitas online. Kalau kamu lagi mencari "bahasa isyarat malaysia" karena pengin mulai belajar, saran dariku: tentukan dulu tujuanmu. Kalau tujuannya buat komunikasi dengan komunitas Tuli di Indonesia, fokus dulu ke BISINDO atau sistem yang dipakai di daerahmu. Setelah agak lancar, baru dalami BIM sebagai pengetahuan tambahan. Dengan begitu, proses belajarnya terasa lebih terarah dan nggak bikin overwhelm. Pengalamanku ikut pelatihan dasar ini bikin aku makin sadar pentingnya Hari Bahasa Isyarat Internasional seperti yang tertulis di slide proyektor waktu itu. Momen kayak gitu jadi pengingat bahwa akses komunikasi buat Tuli itu hak, bukan bonus. Entah kamu tertarik pada bahasa isyarat Indonesia atau bahasa isyarat Malaysia, yang paling penting adalah kemauan untuk belajar dan menghargai cara mereka berkomunikasi setiap hari.

11 komentar

Gambar Ovie 💜
Ovie 💜

keren kak👍🤩🤩