... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali dengar kalimat "memeluk diri sendiri", aku sempat bingung. Maksudnya apa, sih? Lama-lama aku sadar, memeluk diri sendiri itu bukan cuma soal gerakan fisik merangkul diri, tapi lebih ke sikap hati: menerima, memaafkan, dan menghargai diri apa adanya.
Kalau lihat foto lama diri kita waktu kecil, mungkin ada rasa sedih atau haru. Dulu, aku sering lihat foto kecilku dengan ekspresi serius dan langsung kepikiran: kok dari dulu aku kelihatan kuat tapi kesepian, ya? Dari situ aku mulai latihan secara sadar untuk "memeluk" versi kecil diriku. Caranya simpel: setiap kali merasa gagal atau nggak cukup baik, aku bayangin diri kecilku berdiri di depan, lalu aku peluk dia dalam hati dan bilang, "Terima kasih ya, sudah bertahan sejauh ini."
Memeluk diri sendiri juga termasuk menerima versi kita yang sekarang: mungkin capek, mungkin masih banyak kekurangan, mungkin masih sering overthinking. Di momen-momen kayak gini, aku suka berdiri di depan cermin, merapikan hijab pink yang aku pakai, menarik napas dalam-dalam, lalu bilang pelan-pelan, "Aku bangga sama kamu. Nggak apa-apa kalau belum sempurna." Kedengarannya klise, tapi kalimat-kalimat sederhana begitu pelan-pelan bikin hati lebih hangat.
Kadang kita begitu mudah memeluk orang lain, menguatkan teman, memuji mereka cantik dan kuat saat mereka pakai dress atau blazer rapi, tapi lupa melakukan hal yang sama ke diri sendiri. Padahal, kita juga pantas dipeluk, dipuji, dan diapresiasi. Memeluk diri sendiri bisa dalam banyak bentuk: istirahat yang cukup, berhenti membandingkan hidup dengan orang lain, menolak hal-hal yang bikin kita hancur, atau sekadar menikmati momen kecil sambil tersenyum pada diri sendiri.
Yang paling terasa berubah sejak belajar memeluk diri sendiri adalah cara aku melihat masa lalu. Kalau dulu aku marah sama diri yang pernah salah pilih, sekarang aku lebih sering bilang, "Kalau bukan karena kamu yang dulu, aku nggak akan jadi aku yang sekarang." Ada rasa terima kasih yang tulus buat versi lama diri sendiri, baik yang sedang tertawa maupun yang sedang menahan tangis.
Kalau kamu lagi di fase capek sama diri sendiri, coba pelan-pelan mulai dengan langkah kecil. Tulis surat untuk dirimu, peluk dirimu sendiri beberapa detik, atau tatap foto masa kecilmu dan ucapkan terima kasih. Nggak perlu menunggu semuanya beres dulu baru boleh sayang sama diri sendiri. Justru dari memeluk diri di tengah berantakan itulah, kita belajar bahwa diri kita layak dicintai tanpa syarat.