Trauma itu nyata…

#MyJourney

Sampai sekarang aku masih nggak kuat dengar suara sirine atau bunyi monitor ICU.

Bukan karena berlebihan, tapi karena di tempat itu aku pernah berjuang mempertahankan orang yang paling aku sayang… dan akhirnya harus belajar ikhlas kehilangan alm. suami.

Ada rindu yang nggak pernah selesai.

Dan ada luka yang diam-diam hidup di setiap suara yang mengingatkan tentang malam itu…”** 🥀

#curhatan

5/7 Diedit ke

... Baca selengkapnyaTrauma kehilangan orang tersayang memang sebuah pengalaman berat yang tidak mudah dilupakan, terutama ketika momen itu terjadi di ruang ICU yang penuh dengan suara sirine ambulans dan monitor yang berdengung. Saya pribadi pernah mengalami perasaan serupa; setiap kali mendengar suara sirine atau alarm medis, seketika ingatan akan saat-saat sulit itu kembali menghantui. Dalam menghadapi trauma tersebut, salah satu langkah penting adalah memberikan ruang bagi diri sendiri untuk merasakan kesedihan dan rindu tanpa harus menekan emosi tersebut. Proses berduka bisa sangat personal, dan terkadang kita butuh waktu yang lama untuk benar-benar ikhlas. Membagikan cerita dan perasaan di forum atau komunitas seperti #MyJourney atau #curhatan juga sangat membantu dalam menyadari bahwa kita tidak sendiri dalam perjuangan ini. Selain itu, mencari dukungan dari keluarga, teman, atau bahkan profesional seperti psikolog dapat memberikan perspektif baru dan cara-cara efektif untuk mengelola trauma. Mengingat kenangan indah bersama orang yang telah pergi juga penting sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan bersama mereka. Suara-suara seperti sirine bukan hanya membawa ingatan akan kehilangan, tapi juga menjadi simbol perjalanan berat yang pernah dilalui. Dengan waktu dan dukungan, rasa trauma perlahan bisa diubah menjadi kekuatan untuk melangkah maju, membawa kenangan dengan cinta dan damai.