90 Day’s Challange Defisit Kalori #14
Enakan kan diet masih makan nasi padang hihihi.
Karena semuanya udah aku track pakai aplikasi tracking calorie, protein aku tidak terpenuhi tapi seratnya melebihi. It’s ok, aku kalo kebanyakan protein suka susah bab.
Jangan musuhin semua makanan ya, harus makan 80% yang tubuh butuhin dan 20% demi mental alias bebas.
Bantu follow
Tiktok @ayueoo__
Lemon8 @ayueoo_
Instagram @ayueoo_
Youtube : ayu febrianti
Dalam menjalani diet defisit kalori selama 90 hari, penting bagi kita untuk tidak merasa terbebani dengan pantangan yang ketat. Dari pengalaman pribadi, menggunakan aplikasi pelacak kalori sangat membantu untuk memantau asupan makanan sehari-hari, terutama agar konsumsi kalori tetap pada batas yang ditentukan, seperti sekitar 1.600 kalori per hari. Saya juga belajar bahwa selain jumlah kalori, keseimbangan makronutrien sangat berarti. Misalnya, protein memang penting untuk menjaga massa otot, namun terlalu banyak protein justru bisa membuat saya sulit buang air besar. Oleh karena itu, saya memilih untuk memastikan asupan serat saya melebihi kebutuhan, yang membantu proses pencernaan menjadi lebih lancar. Jadi, jangan hanya fokus pada kalori, tapi perhatikan juga kualitas dan komposisi nutrisi dalam makanan. Selain itu, menjaga pola makan dengan prinsip 80% makanan yang mendukung kebutuhan tubuh dan 20% untuk makanan yang membuat kita bahagia dan menjaga kesehatan mental sangat krusial. Pola ini membantu saya tetap semangat menjalani diet tanpa merasakan tekanan berlebihan atau rasa bersalah saat menikmati makanan favorit, seperti nasi padang atau mie goreng sekali-sekali. Untuk pilihan menu, saya sering memadukan makanan Indonesia yang digoreng dengan teknik memasak seperti tumis jamur, paha ayam goreng, dan cincang daging sapi. Semua tetap saya masukkan ke dalam aplikasi tracking agar tetap terkontrol secara kalori dan nutrisi. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa diet bukan berarti harus meninggalkan kelezatan makanan lokal, tapi bagaimana pintar mengatur porsinya. Jika kamu ingin mencoba metode ini, saran saya adalah coba dulu dengan aplikasi pelacak kalori yang mudah digunakan dan dapat diakses di smartphone. Perhatikan reaksi tubuh terhadap perubahan asupan, terutama di bagian pencernaan, agar bisa melakukan penyesuaian yang tepat. Diet yang sukses bukan hanya soal angka di timbangan tapi kenyamanan dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Semoga pengalaman ini bisa menjadi motivasi bagi yang sedang berjuang menjalani diet, bahwa makan enak dan sehat itu bisa berjalan beriringan!

















