2025/8/2 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPenelitian yang dilakukan oleh Lise Elliot, Ph.D, seorang ibu sekaligus peneliti perkembangan otak, menunjukkan bahwa teriakan atau kekerasan verbal dari orang tua dapat menyebabkan kerusakan pada otak bayi. Dalam sebuah studi yang menggunakan alat khusus yang dihubungkan dengan komputer untuk memantau aktivitas otak bayi berusia 9 minggu, ditemukan bahwa suara teriakan dari ibu dapat membuat otak bayi mengalami perubahan warna dan bentuk yang menandakan stres dan potensi kerusakan. Dampak teriakan ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan saraf otak bayi secara keseluruhan. Kondisi ini dapat memicu gangguan pertumbuhan kognitif dan emosional yang berpotensi menimbulkan masalah psikologis di masa depan seperti kecemasan, kesulitan belajar, hingga gangguan perilaku. Berdasarkan temuan ini, para orang tua sangat disarankan untuk menerapkan pendekatan parenting yang lebih positif dan tenang. Menghindari teriakan serta memberikan stimulasi yang sehat, seperti berbicara dengan lembut, menyanyikan lagu, dan memberikan sentuhan hangat, sangat penting untuk mendukung perkembangan otak anak secara optimal. Selain itu, memahami ilmu tentang perkembangan otak bayi dan menjaga kesehatan mental keluarga dapat mengurangi stres pada anak dan memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak. Dengan semakin banyaknya informasi dan edukasi mengenai efek suara keras dan teriakan pada bayi, diharapkan para orang tua khususnya ibu dapat lebih sadar dan menyesuaikan pola asuh. Hal ini demi terciptanya lingkungan tumbuh kembang yang aman, nyaman, dan mendukung kesehatan mental serta fisik anak secara menyeluruh.

Cari ·
mangga yakult