Kalimat "Pada hakikatnya bukan kita yang hebat, tapi Allah yang mampukan. Bukan kita yang mampu tapi Allah yang mudahkan" itu sebenarnya jadi pengingat lembut buat aku di masa-masa down. Dulu aku tipe orang yang merasa semua harus sempurna dan kalau gagal sedikit langsung menyalahkan diri sendiri. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu fokus pada usaha diri sendiri, tapi lupa melibatkan Allah secara penuh. Saat aku punya target besar, misalnya pekerjaan, kuliah, atau urusan keluarga, aku mulai biasakan untuk bilang dalam hati, "Ya Allah, aku berusaha sebisaku, tapi hanya Engkau yang mampukan dan mudahkan." Aneh tapi nyata, hati jadi lebih ringan. Bukan karena masalahnya langsung hilang, tapi karena aku merasa nggak sendirian lagi. Menurutku, makna "bukan kita yang hebat tapi Allah yang mampukan" itu mengajarkan kita buat tetap rendah hati ketika berhasil. Misalnya, ketika kita lulus ujian, dapat kerja, atau konten kita banyak yang suka, itu bukan murni karena kepintaran atau kerja keras kita saja. Ada banyak hal yang di luar kendali, seperti kesehatan, kesempatan, dan pertemuan dengan orang-orang baik yang sebenarnya Allah atur. Sebaliknya, "bukan kita yang mampu tapi Allah yang mudahkan" bikin aku lebih tenang saat semuanya terasa berat. Pernah di satu titik, aku merasa benar-benar nggak sanggup. Tugas menumpuk, masalah pribadi juga datang barengan. Rasanya mau nyerah saja. Tapi waktu itu aku coba pelan-pelan: istirahat sebentar, tarik napas, lalu curhat ke Allah. Aku bilang jujur, "Aku nggak kuat, Ya Allah, kalau hanya mengandalkan diriku sendiri." Dari situ perlahan Allah bukakan jalan: dikasih teman yang bantu, dikasih pikiran lebih jernih, dikasih keberanian buat ambil keputusan. Kalimat ini juga bantu aku buat positive thinking. Saat sesuatu belum tercapai, aku belajar percaya bahwa mungkin Allah sedang menunda untuk kebaikan. Kadang, yang kita mau belum tentu yang kita butuh. Dengan mengingat bahwa Allah yang memudahkan, aku jadi lebih ikhlas menerima hasil, entah sesuai harapan atau tidak. Kalau kamu lagi di fase capek, merasa gagal, atau merasa semua orang lebih hebat dari kamu, coba ingat lagi: tugas kita adalah berusaha semampunya, sisanya serahkan pada Allah. Kita nggak harus selalu kelihatan kuat, karena pada akhirnya yang benar-benar menguatkan adalah Dia. Pelan-pelan saja, yang penting jangan putus doa dan jangan berhenti percaya bahwa Allah selalu siap memampukan dan memudahkan hidup kita, kapan pun dan di mana pun.
2025/8/11 Diedit ke
amiiin