Kalau bukan kita, siapa lagi? 🤍
Hari ini bukan hanya tentang pemeriksaan kesehatan.
Ini tentang mengantar orang tua yang ingin berobat… tapi anaknya sedang bekerja, cucunya sekolah, dan tidak ada yang bisa menemani.
Sebagai bidan desa, tugas kami bukan hanya menolong ibu hamil dan bayi.
Kami juga mendampingi para lansia, memastikan mereka tetap bisa kontrol kesehatan dengan aman.
Karena bagi sebagian orang tua, pergi periksa bukan soal jarak…
tapi soal ada atau tidaknya yang mengantar.
Semoga langkah kecil ini bisa membantu mereka tetap sehat dan merasa tidak sendirian 🙏🏻
Untuk keluarga yang sedang berjuang mencari nafkah, kami paham.
Dan untuk para lansia, kami ada 🤍
Terima kasih Lentera Jiwa sudah membersamai dan selalu membantu.
Sebagai seseorang yang aktif dalam pelayanan kesehatan komunitas, saya sangat mengapresiasi peran bidan desa yang melampaui tugas tradisional mereka. Tidak sekadar menangani persalinan, mereka juga menjadi pendamping bagi lansia yang sering kali kesulitan untuk pergi ke fasilitas kesehatan. Dari pengalaman saya, banyak lansia yang merasa cemas dan tidak nyaman jika harus berobat sendiri, terutama bila anak atau cucu mereka sedang sibuk. Pendampingan oleh bidan desa ini membuka akses lebih luas bagi lansia untuk mendapatkan pemeriksaan rutin, obat-obatan, dan edukasi kesehatan yang dibutuhkan. Hal ini sangat penting untuk mencegah komplikasi penyakit kronis yang sering terjadi pada usia lanjut. Selain itu, kehadiran bidan desa memberikan rasa aman dan didampingi secara emosional, yang membuat lansia merasa lebih dihargai dan diperhatikan. Dalam keluarga saya sendiri, pernah ada pengalaman dimana orang tua saya harus dibawa berobat, namun anak-anaknya semua sedang bekerja. Bantuan dari petugas kesehatan suka rela seperti bidan desa sangat membantu mengisi kekosongan tersebut. Mereka tidak hanya mengantar, tapi juga memberikan informasi penting tentang kondisi kesehatan serta langkah-langkah pencegahan yang harus dilakukan. Jika kita lihat lebih luas, keberadaan bidan desa yang peduli dengan pelayanan kesehatan lansia adalah bentuk nyata dari pelayanan kesehatan yang manusiawi dan holistik. Mereka membawa perubahan positif, tidak hanya dari sisi medis, tapi juga sosial dan psikologis. Karena pada akhirnya, kesehatan adalah soal mendapat perhatian dan dukungan — khususnya bagi mereka yang rentan seperti para lansia. Saya berharap kisah nyata ini dapat menginspirasi masyarakat luas untuk lebih peduli dan aktif mendukung layanan kesehatan di desa-desa, serta mengapresiasi setiap langkah kecil yang diambil oleh bidan desa untuk memastikan tidak ada lansia yang merasa sendirian dalam menjalani proses perawatan kesehatan mereka.
