... Baca selengkapnyaSalah satu pengalaman yang saya alami terkait FOMO memang cukup menguras kantong. Kadang saya melihat teman atau influencer media sosial membeli produk terbaru yang sedang tren, dan tanpa sadar saya ikut-ikutan ingin memilikinya. Meski sebenarnya saya belum butuh, perasaan takut ketinggalan atau dianggap kurang membuat saya jadi membeli barang tersebut.
Saya ingat suatu waktu, ada diskon besar-besaran produk gadget yang sedang hype, padahal gadget saya yang lama masih berfungsi dengan baik. Namun karena takut tidak up to date, saya tetap membeli. Akhir bulan, saya baru sadar pengeluaran saya membengkak dan membuat kondisi keuangan jadi kacau.
Dari pengalaman ini, saya belajar pentingnya mengontrol diri dan mengenali kapan dorongan membeli muncul karena kebutuhan, dan kapan karena dorongan FOMO. Misalnya, saya mulai membuat daftar kebutuhan dan menyisihkan budget khusus belanja, serta menahan diri untuk berpikir ulang sebelum membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan.
Selain itu, memahami bahwa "nggak ikut tren bukan berarti ketinggalan" sangat membantu saya merasa nyaman dengan pilihan sendiri. Hidup bukan tentang bersaing siapa yang paling cepat punya barang baru, tapi tentang siapa yang mampu menjalani hidup dengan tenang dan bijaksana dalam mengelola keuangan.
Memang butuh latihan dan kesadaran terus-menerus untuk tidak terjebak FOMO, tapi dengan melatih kontrol diri dan fokus pada apa yang benar-benar dibutuhkan, saya merasa lebih tenang dan keuangan saya jadi lebih sehat. Jadi, yuk kita belajar untuk no more FOMO dan mulai bijak dalam berbelanja!
wah tentunya pernah dan after belanja kayak ngapain coba beli ini 😂😂