BROKEN STRINGS

Ada banyak kekesalan sebenarnya saat baca buku 200-an halaman ini, tapi sangking keselnya aku gak bisa merangkai kalimatnya dengan baik.

Muak sekali, dengan ancaman yang diberikan. apalagi soal timun itu, benar-benar kurang ajar, untung Tuhan masih melindunginya.

huft jangan sampai kita sebagai orang dewasa tidak melihat hubungan antara anak-anak dengan orang dewasa itu adalah hal wajar hanya karena suka sama suka.

Ingat orang normal sukanya sama yang setara, kalau enggak berarti ada yang mencurigakan.

#brokenstrings #aureliemoeremans #aurelie #hubungantoxic

1/23 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMembaca pengalaman yang diangkat dalam buku "Broken Strings" menghadirkan pemahaman baru mengenai bahayanya hubungan tidak sehat yang disamarkan sebagai cinta. Dalam cerita ini, hubungan antara pria dewasa 29 tahun dan remaja 15 tahun membuka mata saya tentang manipulasi emosional yang tersembunyi dalam dialog dan ancaman yang seringkali tidak disadari oleh orang dewasa maupun anak-anak. Sebagai seseorang yang pernah mendengar cerita serupa, saya tahu betapa sulitnya untuk mengenali tanda-tanda awal dari hubungan toxic seperti ini. Mulai dari rasa bersalah yang dipaksakan, pengendalian penuh terhadap perilaku korban, hingga ancaman kasar yang membuat korban merasa terjebak dan takut untuk bicara. Hal yang paling mengerikan menurut saya adalah bagaimana pelaku menggunakan agama dan Tuhan sebagai alat untuk menakut-nakuti dan melegitimasi kekerasan, sesuatu yang seharusnya jauh dari nilai kasih dan kedamaian. Saya juga merasakan bahwa penting untuk mengedukasi orang dewasa agar tidak meremehkan atau menormalisasi hubungan yang tidak seimbang terhadap usia dan kekuasaan. Seperti yang disebutkan, hubungan "suka sama suka" harusnya hanya terjadi antara individu yang setara. Ketidaksetaraan usia dan posisi psikologis seringkali jadi celah bagi munculnya perilaku manipulatif dan pelecehan. Dari sisi korban, pengalaman seperti ini meninggalkan bekas yang mendalam dan sulit untuk disembuhkan. Tapi saya percaya, seperti yang diungkapkan dalam buku ini, suara-suara yang pernah coba dibungkam akan bangkit kembali. Ada harapan bahwa suatu hari korban dapat menemukan cinta yang sehat, penuh kasih, dan saling menghargai. Pengalaman pribadi saya mengajarkan bahwa kesadaran dan dialog terbuka di masyarakat sangat penting agar kasus-kasus seperti ini dapat dicegah dan ditangani dengan tepat. Edukasi kepada anak-anak tentang batasan hubungan yang sehat dan kepada orang dewasa untuk selalu memantau serta melindungi mereka dari potensi bahaya adalah langkah awal yang krusial. Dengan memahami lebih dalam tentang tanda-tanda hubungan beracun dan perlakuan manipulatif yang sering kali tersembunyi, saya merasa lebih siap untuk membantu orang di sekitar saya yang mungkin menghadapi situasi serupa. Buku "Broken Strings" bukan hanya kisah pilu, tapi juga panggilan untuk perubahan dan perlindungan terhadap generasi muda.