➡️Oven hingga tepung menjadi ringan suhu 150’c kurang lebih 15 menitan / disangrai. ayak . biarkan semalaman / 2 hari sebelum digunakan. hasil setelah diayak krg lebih 435grm’an
435 grm tepung tapioka
125 -150grm gula halus
50 margarin
50 grm butter
100 ml santan ( 1 bungkus kara instan + air )
1 saset susu bubuk (27grm )
1/2 sdt vanili bubuk
Cara : campur vanili, margarin,butter + gula halus mikser sebentar asal rata. masukan susu bubuk aduk rata. masukan tepung + santan aduk menggunakan tangan hingga semua tercampur rata dan berbulir
ambil adonan , masukan dlm cetakan isi hingga penuh. tekan dan padatkan. tdk perlu ditekan kuat2 nanti kue jd keras. sisir tepung tdk terpakai menggunakan scraper.. keluarkan kue. tata dlm loyang .
panggang suhu 150-160’c menggunakan oven mito kurang lebih 35’menitan / hingga kue matang.
... Baca selengkapnyaKue Bangkit merupakan salah satu kue kering tradisional yang sangat populer di Indonesia, terutama saat momen Lebaran atau acara keluarga. Kue ini dikenal dengan teksturnya yang ringan, renyah, serta aroma pandan dan santan yang khas, memberikan sensasi rasa yang tak terlupakan.
Dari pengalaman saya, kunci utama agar kue bangkit berhasil sempurna adalah pada proses penyangraian tepung sagu. Sangrai tepung sagu dengan suhu 150°C selama sekitar 15 menit hingga tepung terasa ringan dan harum. Setelah itu, ayak tepung dan diamkan selama semalaman atau bahkan hingga 2 hari agar kelembaban betul-betul hilang. Ini penting supaya kue bangkit nanti tidak mudah lembek dan memiliki tekstur yang pas.
Selain itu, takaran gula halus yang digunakan cukup fleksibel, yaitu antara 125 hingga 150 gram. Penggunaan gula halus bukan hanya memberikan rasa manis yang merata, tetapi juga berkontribusi pada tekstur kue bangkit yang renyah. Pengadukan bahan seperti margarin, butter, vanili, dan gula halus dengan mixer secara singkat cukup untuk mendapatkan campuran yang merata tanpa membuat adonan menjadi keras.
Di tahap pencampuran adonan, menggunakan tangan untuk mencampur tepung dan santan hingga bercampur rata serta berbulir dapat membantu mendapatkan tekstur adonan yang ideal. Pastikan untuk tidak menekan cetakan terlalu keras saat memasukkan adonan, karena tekanan yang kuat bisa membuat kue menjadi keras setelah dipanggang.
Memanggang kue bangkit pada suhu 150-160°C selama 35 menit menggunakan oven mito atau oven listrik lain menghasilkan kue matang dengan warna keemasan yang sempurna. Selalu perhatikan oven agar kue tidak sampai gosong, karena teksturnya yang tipis membuatnya mudah terbakar jika terlalu lama.
Sebagai tambahan, saya biasa menyisipkan daun pandan untuk memberikan aroma alami yang lebih harum pada tepung saat proses penyangraian. Aroma pandan tersebut akan menyatu sempurna saat proses pemanggangan.
Kue bangkit sangat cocok menjadi camilan di saat santai maupun hidangan khas saat Lebaran. Membuatnya sendiri di rumah juga memberikan kepuasan tersendiri, serta memungkinkan penyesuaian rasa sesuai selera keluarga. Jangan ragu mencoba berbagai variasi, misalnya mengganti susu bubuk dengan susu almond atau menambahkan sedikit parutan keju untuk rasa gurih yang unik.
Dengan resep dan tips praktis ini, saya harap Anda bisa menikmati pengalaman membuat kue bangkit jadul yang lezat dan autentik, serta berbagi kebahagiaan melalui kue tradisional khas Indonesia.