‎Sejumlah wilayah di Kalimantan kini tengah dilanda bencana kebakaran hutan dan lahan hebat yang memicu penurunan kualitas udara drastis dalam beberapa hari terakhir.

‎

Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kualitas udara bahkan sempat menyentuh kategori Berbahaya pada Rabu (19/8/2026) dengan jarak pandang di sejumlah titik yang hanya tersisa sekitar 2 meter.

‎

‎Situasi darurat juga menyelimuti wilayah Kalimantan Tengah akibat lonjakan kejadian kebakaran lahan sejak awal Juni lalu.

‎

‎BPBD Palangka Raya mencatat ada 298 kejadian yang menghanguskan 261,41 hektare lahan, sementara Kotawaringin Barat melaporkan total 859,49 hektare lahan terbakar.

‎

‎Kabut asap pekat dilaporkan mulai masuk ke area permukiman warga setempat hingga memicu gangguan pernapasan massal.

‎

‎Beralih ke Kalimantan Barat, BMKG mendeteksi adanya 521 titik panas dari total 1.106 titik yang tersebar di seluruh daratan Kalimantan per 19 Agustus 2026.

‎

‎Dampak kebakaran di wilayah ini kian meluas setelah kepulan asap dilaporkan menyeberang hingga ke negara tetangga, Malaysia.

‎

‎🔎: BMKG, BPBD Palangka Raya, BPBD Kotawaringin Barat, CNN Indonesia, Antara News

-

#bandungspeak

13 jam yang laluDiedit ke

... Baca selengkapnyaPeristiwa kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kalimantan memang sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan pengalaman pribadi saya yang pernah tinggal dekat wilayah terdampak, kabut asap yang menyelimuti pemukiman bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama kesehatan pernapasan. Jarak pandang yang sangat terbatas, seperti hanya sekitar 2 meter di beberapa titik, membuat mobilitas menjadi sulit dan berbahaya. Sering kali, kondisi seperti ini menimbulkan rasa panik dan kekhawatiran di masyarakat, terutama bagi anak-anak dan orang tua yang rentan terhadap penyakit pernapasan. Saya pernah menyaksikan warga menggunakan masker secara massal dan membatasi aktivitas di luar rumah saat kabut asap sudah sangat pekat. Selain dampak langsung bagi kesehatan, kebakaran yang terus meluas juga menimbulkan kerugian besar pada sektor lingkungan dan ekonomi masyarakat. Kawasan hutan yang terbakar mengurangi keanekaragaman hayati dan mengancam habitat satwa, sementara asap yang terbawa angin hingga ke negara tetangga seperti Malaysia menimbulkan isu lintas batas yang penting. Melihat kondisi ini, penanganan yang terpadu dan cepat dari BPBD, BMKG, dan instansi terkait sangat krusial. Pengalaman saya juga menunjukkan pentingnya peran aktif masyarakat untuk melaporkan titik panas dan melakukan pencegahan kebakaran mulai dari hal kecil seperti menjaga api unggun. Berdoa bersama dan menyebarkan kesadaran akan dampak karhutla juga menjadi langkah penting agar masyarakat terus waspada dan turut membantu upaya pengendalian kebakaran. Semoga dalam waktu dekat, hujan turun dan api cepat padam sehingga Kabut asap dapat berkurang dan kualitas udara kembali membaik untuk kenyamanan dan kesehatan kita semua.

Cari ·
cara cek tabungan giro bni