fyp
Sering kali kita merasa kewalahan oleh begitu banyaknya suara dan informasi yang masuk, baik dari lingkungan, media sosial, maupun pergaulan sehari-hari. Hal ini bisa membuat kita bertanya-tanya: harus jadi manusia seperti apa saya sebenarnya? Pengalaman pribadi saya, menghadapi kebisingan tersebut, mengajarkan bahwa penting untuk menemukan ruang hening dalam diri kita sendiri. Misalnya, saya mencoba meluangkan waktu untuk diam dan menulis jurnal, atau hanya sekadar duduk menikmati alam tanpa gangguan teknologi. Cara-hal sederhana ini membantu saya menyaring suara yang masuk dan lebih mengenal siapa diri saya sebenarnya. Dengan begitu, suara-suara yang tadinya membingungkan kini bisa menjadi panduan untuk bertumbuh. Di era digital seperti sekarang, aplikasi pengedit suara seperti CapCut sering saya gunakan untuk mengontrol suara dalam konten yang saya buat, agar pesan yang ingin disampaikan lebih jelas tanpa kebisingan yang mengganggu. Ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga bagaimana kita bisa memfilter dan memilih suara-suara yang membangun dalam hidup. Kesimpulannya, dalam menghadapi terlalu banyak suara yang masuk ke telinga, penting untuk menjadi manusia yang sadar dan bijaksana memilih mana yang layak diperhatikan. Dengan begitu, kita bisa terus bertanya dan bertumbuh untuk menjadi versi terbaik diri kita.



















