BIOGRAFI SYEKH DAUD CIGONDANG
Oleh: @baudaja
1. Asal-Usul:
Syekh Daud Cigondang adalah seorang ulama besar, intelektual muslim, dan waliyullah kharismatik yang mengabdikan hidupnya untuk menyebarkan syiar Islam di wilayah pesisir barat Banten.
Secara asal-usul keluarga, beliau merupakan keturunan bangsawan tinggi dari Jawa yang bermigrasi ke wilayah Jawa Barat (Bogor), sebelum akhirnya menetap dan membangun pusat dakwah di Pandeglang.
2. Tahun Lahir:
Tidak tercatat secara eksplisit, Namun, berdasarkan metode hitung mundur generasi dari cicitnya (Syekh Kiyai Agung Asnawi Caringin yang lahir sekitar 1850 M), Syekh Daud Cigondang diperkirakan kuat lahir pada paruh awal abad ke-18 (kisaran tahun 1700–1740 Masehi).
3. Silsilah Nasab ke Atas:
Berdasarkan dokumen bagan resmi di makamnya, Syekh Daud merupakan keturunan generasi ke-10 dari penguasa terbesar Kesultanan Mataram Islam. Jalur vertikalnya adalah:
Syekh Daud Cigondang bin
Syekh Shohib (Jasinga, Bogor) bin
Raja Rahantika bin
Raja Indra Manggala bin
Raja Uba Manggala bin
Tumenggung Widadaha bin
Tumenggung Wiradadaha II bin
Pangeran Entol Wirahan bin
Syahran Bumi Agung bin
Pangeran Adi Ningrat bin
Sultan Agung Mataram.
4. Rihlah Keilmuan:
Beliau memulai pendidikan keagamaan dasar di bawah bimbingan ayahnya di Jasinga. Menginjak usia dewasa, beliau melakukan rihlah lokal (tradisi santri kelana) menyusuri berbagai pesantren tua di tanah Banten untuk mendalami kitab kuning, ilmu fikih madzhab Syafi'i, tauhid, dan ilmu alat (Nahwu-Shorof). Rihlah ini kemudian difokuskan pada pendalaman spiritualitas (Tasawuf) dan pencarian sanad tarekat mu'tabarah.
5. Guru-Gurunya:
- Syekh Shohib (Jasinga): Ayah kandung sekaligus guru utama dalam meletakkan fondasi dasar keislaman.
- Mursyid Tarekat Sepuh Banten: Ulama-ulama sufi abad ke-18 di lereng Gunung Karang yang tidak tercatat namanya secara spesifik dalam manuskrip publik, namun menjadi sanad rohani beliau dalam ilmu ke-Walian.
6. Murid-Muridnya:
- Syekh Afiffudin: Putra kandung sekaligus kader utama yang meneruskan tongkat estafet dakwah di Cigondang.
- Syekh Abdurakhman: Cucu kandung yang dididik dalam ekosistem keilmuan yang dirintisnya.
- Masyarakat Pesisir Labuan: Nelayan dan warga lokal yang bertransformasi menjadi komunitas agamis.
7. Kiprahnya:
Kiprah utama Syekh Daud adalah mendirikan pusat syiar Islam berbentuk zawiyah/pesantren tradisional di Desa Cigondang, Labuan.
Beliau berhasil melakukan islamisasi kultural di wilayah pesisir barat Pandeglang, menguatkan syariat, mendidik kader ulama lokal, serta membangun benteng spiritual masyarakat dalam menghadapi dinamika sosial-politik zaman kolonial.
8. Sultan Banten yang Sezaman:
Semasa hidupnya di abad ke-18, Kesultanan Banten dipimpin oleh:
- Sultan Abu al-Mahasin Muhammad Zainul Abidin (1690–1733 M)
- Sultan Muhammad Syifa Zainul Arifin (1733–1750 M)
- Sultan Zainul Asyiqin (1753–1773 M)9.
- Ulama Sezaman (Abad ke-18)Pandeglang: Syekh Maulana Mansyuruddin (Cikadueun),
- ulama sufi agung lereng Gunung Karang.
- Serang: Syekh Abdullah bin Abdul Qahhar al-Bantani (penulis kitab Fath al-Muluk dan mursyid Tarekat Syattariyah).
- Tangerang: Syekh Waliyyuddin (Pakuwon) dan Ki Buyut Santri.
- Lebak: Para kiai sepuh perintis pemukiman Islam awal di wilayah Bayah dan Sajira.
- Luar Banten: Syekh Abdus Shamad al-Palimbani (Palembang) dan Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (Kalimantan), yang hidup di era keemasan jaringan ulama nusantara abad ke-18.
10. Tahun Wafat:
Tahun wafat pastinya tidak terdokumentasi di batu nisan, namun secara kronologis silsilah beliau diperkirakan wafat pada akhir abad ke-18 atau menjelang awal abad ke-19.
11. Lokasi Makam:
Jasadnya dikebumikan di Maqom Keramat Syekh Daud, Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Situs ini menjadi salah satu destinasi wisata religi utama yang aktif diziarahi masyarakat hingga hari ini.
12. Karomah:
Sebagai waliyullah, masyarakat lokal meyakini beliau dianugerahi berbagai karomah luar biasa, di antaranya kedalaman intuisi spiritual (kasyaf), perlindungan supranatural bagi wilayah pesisir Labuan dari marabahaya besar, serta daya linuwih doa yang makbul yang membuatnya sangat dihormati lintas generasi.
13. Keturunannya:
Garis keturunan langsung (dzurriyah) lurus ke bawah yang paling masyhur meliputi:
Anak: Syekh Afiffudin
Cucu: Syekh Abdurakhman
Cicit (Cucu Buyut): Kyai Agung Asnawi (Caringin), ulama pejuang legendaris Banten.
Canggah: KH. Achmad Syatibi, KH. Mohammad Thahir, KH. Arsyad Thawil, dan Hj. Sholhah.
Sumber Referensi:
1. Papan Silsilah Resmi Maqom Keramat Syekh Daud Bin Syekh Sohib, Cigondang, Labuan, Pandeglang.
2. Catatan Genealogi dan Historiografi Ulama Banten, Dokumen Pembacaan Nasab Dzurriyah Kesultanan & Kyai Caringin.
3. Martin van Bruinessen (1995), Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat: Tradisi-tradisi Islam di Indonesia.
4. Dokumentasi Sejarah Wisata Religi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang.



































