Saya pribadi sangat menghargai tas lokal yang desainnya tidak menjiplak abis dari brand tertentu, artinya merk lokal itu memiliki integritas dan kreatifitas yang bagus.
Tema ini hanya untuk membuka ruang wacana berfikir teman-teman semua
... Baca selengkapnyaDulu aku juga bingung banget soal tas dupe dan tas KW. Sama-sama mirip tas branded, tapi ternyata secara konsep dan etika itu beda jauh. Setelah sering lihat di TikTok, marketplace, dan ngobrol sama teman-teman pecinta tas lokal, aku coba rangkum pengalaman dan pandanganku di sini.
Pertama, tas dupe artinya apa sih? Secara simpel, dupe itu "duplicate" atau alternatif yang terinspirasi dari desain brand tertentu, tapi biasanya tidak menempelkan logo asli. Misalnya, ada model yang bentuknya mirip tas MARHEN.J atau brand lain, tapi namanya beda atau bahkan polos. Jadi orang lihat, "Oh mirip ya sama tas A," tapi secara label bukan mengaku sebagai brand tersebut. Banyak orang yang pilih dupe karena pengen gaya mirip tas mahal, tapi dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Tas KW beda lagi. Tas KW itu meniru desain sekaligus nama mereknya. Jadi logo, tulisan merek, bahkan packaging dibuat seolah-olah itu barang asli, padahal kualitasnya jauh di bawah ori. Ini yang menurutku sudah masuk ke ranah pemalsuan, karena konsumen bisa tertipu dan brand aslinya dirugikan. Dari pengalaman teman-teman yang pernah beli, tas KW biasanya cepat rusak, jahitan nggak rapi, dan finish-nya kelihatan "murahan" saat dipegang langsung.
Kalau dibandingkan 11:12, memang dupe dan KW sama-sama terinspirasi dari brand lain. Di gambar yang aku pakai, ada tas tangan cokelat gelap dengan tulisan "TAS DUPE DAN TAS KW 11 : 12" yang menggambarkan betapa miripnya dua konsep ini. Ada juga tas jinjing putih dengan tulisan MARHEN.J sebagai contoh visual buat jelasin tas dupe, dan tas hitam polos untuk ilustrasi tas KW dengan kualitas di bawah aslinya. Intinya, dua-duanya meniru, hanya saja cara dan level "kejujurannya" berbeda.
Tapi jujur, makin ke sini aku makin menghargai tas lokal yang punya desain sendiri, nggak sekadar menjiplak. Tas selempang kulit cokelat muda atau tas selempang krem dengan detail rumbai berlubang yang orisinal desainnya itu kelihatan banget bedanya. Ada riset, ada karakter brand, dan biasanya mereka berani main di detail: pilihan bahan, warna, bentuk handle, sampai hardware. Rasanya lebih bangga pakai tas lokal yang berintegritas, karena kita tahu ada kerja keras dan kreativitas di baliknya.
Dari sisi etika, pakai tas lokal orisinal menurutku lebih "legowo". Kita nggak ikut-ikutan budaya menjiplak, dan pelan-pelan bisa bantu ekosistem fashion Indonesia biar berkembang. Apalagi sekarang banyak brand lokal yang kualitasnya udah nggak kalah dari brand luar, bahkan ada yang desainnya lebih unik.
Jadi kalau kamu lagi cari tas dan bingung soal tas dupe artinya apa atau perbedaan dupe dan KW, coba tanya diri sendiri: maunya sekadar mirip, atau mau sekalian dukung karya yang benar-benar orisinal? Buat aku pribadi, sekarang lebih condong ke tas lokal dengan desain sendiri. Kamu gimana, tim dupe, KW, atau tas lokal orisinal?
🍋 Welcome to Lemon8! 🍋 Seneng banget lihat kamu posting! 🎉 Dapatkan tips agar konten kamu makin populer dengan follow @Lemon8Indonesia! Yuk posting lebih banyak konten lainnya! 🤩
🍋 Welcome to Lemon8! 🍋 Seneng banget lihat kamu posting! 🎉 Dapatkan tips agar konten kamu makin populer dengan follow @Lemon8Indonesia! Yuk posting lebih banyak konten lainnya! 🤩