Dar der dor cerita pagi ini. Lodeh campur-campur sisa acara pengajian semalem gosong karena lupa matiin kompor waktu manasin. Kurang lebih dari jam 23:00 sampai jam 5 pagi ini ternyata kompor masih nyala.
Padahal sudah curiga ada bau-bau gosong, tapi kupikir rumah sebelah lagi bakar². Sebenernya aku pun sudah bangun dari subuh tapi gak beranjak dari kasur. Niat hati hari ini gak masak karena sisa masakan masih ada, faktanya hari ini tetep masak 🥴
Namanya lupa dan teledor beda tipis. Lupa itu sederhana: niat ada, tapi ingatan lagi nggak diajak kerja sama.
Teledor lebih tricky: tahu, tapi kurang teliti. Kurang fokus. Ujung-ujungnya tetap kejadian.
Dua-duanya manusiawi.
Tapi kadang, kita cuma butuh sedikit lebih sadar… biar nggak nyalahin “lupa”, padahal cuma kurang hati-hati.
Hari ini kamu tim mana? tim lupa atau tim teledor?
... Baca selengkapnyaSering kali kita mendengar kata lupa dan teledor tapi tidak menyadari betapa tipisnya perbedaan antara keduanya dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman saya sendiri pernah hampir mengalami kejadian serupa dengan kompor yang tidak dimatikan, tentu ini bukan hal yang sepele. Bau gosong yang mulai tercium sering kali diabaikan karena kita mengira itu dari aktivitas orang lain, padahal sebenarnya itu pertanda bahwa ada sesuatu yang perlu segera diperiksa.
Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa lupa adalah kondisi dimana niat untuk melakukan sesuatu ada tetapi pikiran belum fokus atau sedang terbagi perhatian, sehingga tugas penting terlupakan. Sedangkan teledor adalah saat kita tahu harus berhati-hati tapi kurang teliti atau kurang fokus saat menjalankan tugas, akhirnya terjadi kecelakaan kecil atau kerugian. Keduanya memang manusiawi, namun dampaknya bisa sangat berbeda tergantung bagaimana kita menyikapinya setelah sadar.
Berdasarkan pengalaman saya, untuk mengatasi hal seperti ini saya mulai menerapkan kebiasaan membuat ceklist pagi dan malam hari. Setiap sebelum tidur, saya usahakan memeriksa peralatan rumah seperti kompor, lampu, dan keamanan pintu. Selain itu, memasang alarm pengingat juga sangat membantu terutama untuk kegiatan yang rutin dilakukan.
Selain itu, saya juga berusaha lebih sadar terhadap lingkungan sekitar dan menggunakan indra penciuman jika curiga ada bau aneh yang tidak biasa. Jangan sampai kita menyepelekan tanda-tanda tersebut karena bisa berpotensi menimbulkan kebakaran atau kerusakan yang lebih besar.
Pesan penting dari kejadian ini adalah perlu adanya keseimbangan antara niat dan kesadaran. Jangan hanya mengandalkan ingatan saja, tapi perlu ada sistem pengingat dan kebiasaan yang mendukung agar kejadian lupa atau teledor tidak berulang. Yuk, mulai biasakan diri untuk lebih teliti dan sadar supaya rumah dan keluarga tetap aman serta terhindar dari insiden gosong atau hal tak diinginkan lainnya.
astaghfirullah alhamdulillah cuma gosong ayam doank🥺🥺. seisi rumah sehat ya semua