... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali lihat tulisan "SALAM SANTUN buat teman teman" di gambar dengan latar belakang hijau itu, aku langsung kepikiran: sebenarnya, salam santun artinya apa sih dalam kehidupan sehari-hari? Buat aku, salam santun bukan cuma ucapan pembuka, tapi sikap sopan yang kita tunjukkan sejak awal berkomunikasi, entah lewat chat, ketemu langsung, atau di media sosial.
Secara sederhana, salam santun itu gabungan antara salam dan sopan santun. Contohnya, saat mulai ngobrol di grup WA, aku biasanya nggak langsung to the point, tapi mulai dengan ucapan, "Assalamu’alaikum teman-teman" atau "Hai teman-teman, salam santun ya 🙏". Keliatan sepele, tapi dari situ orang lain berasa lebih dihargai. Mereka jadi lebih enak buat nerima pesan kita, apalagi kalau mau bahas hal yang agak serius.
Aku juga sering pakai salam santun ketika masuk ke komunitas baru, misalnya grup hobi atau kelas online. Biasanya aku kenalan singkat: "Salam santun, teman-teman. Perkenalkan aku..." lalu lanjut cerita sedikit soal diri sendiri. Rasanya lebih hangat dibanding cuma bilang, "Masuk" atau langsung nanya sesuatu. Dari pengalaman, cara ini bikin orang lain lebih terbuka dan ramah ke kita.
Kalau ke teman dekat, salam santun bisa dikemas lebih santai tapi tetap sopan. Misalnya: "Pagi, salam santun dulu buat kalian yang lagi berjuang hari ini" atau "Salam santun, semoga harimu hijau sejuk kayak background di foto ini". Nuansa hijau di gambar itu mengingatkan aku sama rasa adem dan damai, cocok banget sama vibe salam santun yang menenangkan.
Menurutku, salam santun artinya juga siap menjaga kata-kata setelah salam itu diucapkan. Percuma kalau buka dengan salam yang manis tapi habis itu ngomongnya kasar atau merendahkan. Jadi, salam santun itu paket lengkap: ucapan awal yang baik, nada bicara yang sopan, dan niat baik di dalam hati.
Kalau kamu mau mulai kebiasaan salam santun, bisa coba:
1. Biasakan buka chat atau DM dengan salam dulu.
2. Saat upload konten, tambahkan kalimat sapaan untuk teman-teman yang lihat.
3. Pakai kata-kata lembut, misalnya "maaf", "tolong", "terima kasih" setelah salam.
Pelan-pelan, kamu bakal kerasa bedanya. Komunikasi jadi lebih enak, konflik bisa berkurang, dan hubungan dengan teman-teman terasa lebih hangat. Buat aku pribadi, salam santun adalah cara sederhana untuk menyebar kebaikan dari hal yang paling kecil: sebuah sapaan.