PEPES IKAN NILA KEMANGI

2025/10/16 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku biasanya pilih ikan nila yang masih segar banget buat pepes kemangi kukus ini. Ciri-cirinya mata ikan masih bening, daging terasa kenyal kalau ditekan, dan nggak berbau tajam. Sebelum dibumbui, ikan nila aku cuci bersih, lalu aku kasih perasan jeruk nipis dan sedikit garam, diamkan sekitar 10–15 menit supaya amisnya hilang. Untuk bumbu halus, selain bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, kunyit, serai bagian bawah, terasi dan asam jawa, kadang aku tambahkan sedikit gula pasir supaya rasanya lebih seimbang. Karena di rumah ada orang lanjut usia, aku sering skip lombok kriting atau hanya pakai sedikit banget. Kalau suka pedas, cabainya bisa ditambah dan dicampur langsung ke bumbu halus. Kemangi jadi kunci wangi pepes ikan nila kukus. Biasanya aku pakai banyak, sebagian dicampur dengan bumbu, sebagian lagi ditabur di atas ikan sebelum dibungkus. Daun kemangi sebaiknya dicuci dan dikeringkan dulu supaya nggak menyisakan air yang bikin pepes jadi berair. Untuk daun pembungkus, bisa pakai daun pisang yang sudah dipanaskan sebentar di atas kompor atau dilayukan supaya lentur dan nggak mudah sobek. Di atas daun pisang, aku taruh sedikit bumbu, letakkan ikan nila, kemudian tutup lagi dengan bumbu dan daun kemangi. Setelah itu baru lipat rapat dan semat dengan tusuk gigi. Cara kukusnya juga penting. Kukusan dipanaskan dulu sampai air benar-benar mendidih dan keluar uap banyak. Baru setelah itu pepes dimasukkan. Biasanya aku kukus pepes ikan nila kemangi selama 30–40 menit tergantung besar ikannya. Untuk orang lanjut usia, aku pastikan ikannya benar-benar empuk, jadi kadang durasinya aku tambah sedikit. Kadang setelah dikukus matang, pepes ikan nila kemangi kukus ini aku bisa langsung sajikan begitu saja, tapi kalau mau ada rasa sedikit smoky, pepes bisa dipanggang sebentar di teflon tanpa minyak sampai daun pisangnya agak gosong di beberapa bagian. Aromanya jadi makin wangi. Pepes ikan nila kemangi kukus ini cocok banget jadi lauk sehat sehari-hari. Karena dikukus, minyaknya minim dan bumbunya tetap terasa ringan di perut. Biasanya aku padukan dengan nasi hangat, lalapan timun atau selada, plus sambal terpisah buat yang suka pedas. Resep ini fleksibel, bisa disesuaikan selera keluarga, terutama kalau ada orang tua di rumah yang perlu masakan lembut dan nggak terlalu tajam bumbunya.