... Baca selengkapnyaPertama kali dengar Warung Abah di Tarakan, aku tahunya cuma dari orang-orang yang cari "warung abah" di Google. Pas akhirnya mampir, ternyata tempatnya jauh lebih lengkap dari ekspektasi. Dari luar, tampilan depan Warung Abah cukup eye-catching dengan foto empat tokoh Abah dan tulisan kalau mereka menyediakan ketan & sarabba. Kesan pertama langsung berasa kayak warung rumahan yang hangat.
Begitu masuk, yang paling bikin penasaran jelas area makan prasmanan. Di satu sisi dinding ada papan menu besar yang ngasih gambaran semua pilihan makanan dan minuman. Buat yang lagi cari info "makan prasmanan" atau "menu warung makan ayam abah", sistemnya simpel: kita pilih dulu nasi, lalu ambil lauk sesuai selera. Di sini ada empat jenis nasi yang unik: Nasi Putih, Nasi Merah, Nasi Jeruk, dan Nasi Liwet. Aku pribadi paling suka Nasi Jeruk karena aromanya segar dan cocok banget dipadukan dengan lauk berbumbu kuat.
Untuk lauk pauk, pilihannya lumayan banyak. Ada ayam bakar, tahu dan tempe goreng, paru, lalapan, plus aneka sate dan gorengan yang tersusun rapi di konter prasmanan. Harga tiap lauk biasanya sudah tertera, jadi kita bisa kira-kira total biaya sebelum ke kasir. Buat yang suka eksplor sambal, Warung Abah punya tiga jenis yang menurutku cukup khas: Sambal Tomat yang segar, Sambal Ijo yang pedasnya lebih nendang, dan Sambal Terasi yang aromanya strong dan cocok buat pecinta sambal tradisional.
Selain makanan prasmanan, ada juga menu lain seperti mie, nasi goreng, pisang, roti, cemilan, dan minuman. Walaupun di Tarakan, suasana Warung Abah mengingatkan aku sama konsep rumah makan keluarga di kota lain, mirip-mirip dengan vibe tempat bernama Omah Abah atau kedai kopi kekinian seperti yang orang cari di "menu kopi abah klojen". Bedanya, di sini nuansa lokal Kalimantannya masih kerasa, terutama dari cara mereka menyajikan menu di piring tanah liat dan alas daun pisang.
Untuk minuman, secangkir kopi hitam di Warung Abah cukup recommended. Di papan harga tertulis 10 ribu, menurutku sebanding sama rasa kopi yang lumayan kuat dan pas buat nemenin sarapan atau makan malam. Kalau nggak terlalu suka kopi, masih ada pilihan minuman lain yang tertera jelas di daftar menu, jadi tinggal pilih sesuai selera.
Suasana interior ruang makannya nyaman, dengan meja dan kursi tertata rapi, ditambah kipas angin di langit-langit yang bikin ruangan tetap sejuk. Ini penting buat aku karena kalau mau makan prasmanan, biasanya kita duduk agak lama sambil ngobrol. Di Warung Abah, rasanya betah berlama-lama karena tempatnya nggak terlalu bising dan pengaturan meja cukup lapang.
Kalau kamu lagi cari referensi warung makan di Tarakan yang menunya lengkap dan sistemnya prasmanan, Warung Abah bisa banget masuk list. Saran dariku: coba kombinasi Nasi Jeruk atau Nasi Liwet dengan ayam bakar, paru, dan sambal terasi, plus satu cangkir kopi hitam. Jangan lupa datang agak awal biar pilihan lauknya masih lengkap dan kamu bisa eksplor menu dari papan prasmanan dengan leluasa.