Seorang perempuan baru saja mengadopsi anak kucing yatim piatu dan menamainya Mimi. Namun belum sampai tiga hari di rumah, kelakuan aslinya mulai terlihat. Bulu langsung mengembang, telinga menekuk, suara geraman kecil terdengar, bahkan berani menantang kucing senior di rumah. Netizen pun sepakat, bibit preman sudah kelihatan sejak kecil #cat#kucing#kucingmujaer#kucingjalanan#kucinggalak
2025/8/29 Diedit ke
... Baca selengkapnyaJujur, waktu pertama kali bawa Mimi pulang, aku kira dia bakal jadi tipe anak kucing manja yang kerjanya cuma tidur dan minta dielus. Apalagi pas lihat matanya yang biru dan bulu tabby‑nya, fix kelihatan kalem banget di foto. Ternyata setelah beberapa hari adaptasi, sifat aslinya pelan‑pelan muncul: Mimi ini beneran kayak ‘anak kecil preman’ versi kucing.
Hari pertama masih malu‑malu, lebih banyak sembunyi di bawah kursi. Begitu mulai hafal sudut rumah, dia langsung keliling patroli, seolah mau jadi penguasa rumah. Setiap ketemu kucing dewasa di rumah, posenya selalu sama: badan merendah dikit, ekor tegak, bulu mengembang, telinga agak menekuk, matanya fokus ke depan. Dari jauh kelihatan imut, tapi kalau sudah dengar suara geramannya yang kecil itu, berasa banget jiwa preman kompleknya.
Aku sampai ngakak sendiri pas pertama kali lihat dia berdiri di koridor rumah, menghadap kucing dewasa yang bulunya putih abu‑abu. Si senior cuma ngintip dari balik dinding, sementara si Mimi kecil nyelonong maju kayak nggak takut apa pun. Ukurannya jauh lebih kecil, tapi keberaniannya 10x lipat. Di momen itu aku baru sadar, ternyata yang sering dibilang orang sebagai ‘anak kecil preman’ itu bukan cuma manusia, kucing juga bisa banget punya vibe begitu.
Supaya sifat preman ini nggak keterlaluan, aku mulai atur jadwal main dan makan yang teratur. Sebelum ketemu kucing senior, Mimi biasanya aku ajak main dulu pakai feather toy atau bola kecil, jadi energinya agak tersalurkan. Lumayan ngurangin intensitas dia nantangin si senior. Selain itu, aku juga sedia tempat aman buat masing‑masing kucing: ada spot tinggi buat kucing dewasa, dan area lantai yang lebih low traffic buat Mimi. Dengan begitu, kalau lagi ‘bete’ mereka bisa saling menjauh dan nggak terus‑terusan adu tatap.
Buat yang punya ‘anak kecil preman’ di rumah, entah itu anak manusia yang super aktif atau anak kucing tabby bermata biru yang kelihatannya polos tapi galaknya minta ampun, menurutku kuncinya sabar dan konsisten. Jangan langsung dimarahi keras, tapi alihkan energinya ke hal positif: ajak main, kasih enrichment, dan pelan‑pelan kenalkan dengan penghuni rumah lain. Lama‑lama mereka bisa belajar batasan sendiri.
Sekarang, setiap lihat foto close‑up wajah Mimi yang kelihatan serius itu, aku cuma bisa senyum. Di balik ekspresi sangar dan gaya menantangnya, dia tetap anak kucing yatim piatu yang lagi belajar merasa aman di rumah baru. Dan mungkin memang begini cara dia nunjukin kalau dia sudah siap jadi bagian dari keluarga: berani, cerewet, dan sedikit preman, tapi justru itu yang bikin rumah nggak pernah sepi.