Kejadian miris ini terjadi di Perm, seekor kucing yang sudah tidak diinginkan pemiliknya lagi dibuang, seperti sampah dengan cara memasukkannya kedalam kardus dengan bau selotip yang menyengat dan mengirimkannya ke tempat penampungan menggunakan layanan jasa ekspedisi Yandex. Kini sang kucing diberi nama Janisa, dibawa oleh aktivis hak-hak binatang ke klinik hewan dengan biaya sebesar 10 ribu Rubel untuk biaya rawat inap, tes kesehatan dan vaksinasi. Hal ini dilakukan, karena jika tidak sang kucing akan membeku hidup-hidup jika membiarkannya berkeliaran dijalan. Aktivis hak-hak hewan menyayangkan kejadian hal ini, lantaran pemiliknya tak mempunyai keberanian bahkan hanya sekedar menelpon tempat penampungan dan mengantarkannya dalam kondisi normal bukan melalui layanan jasa ekspedisi. Semua orang dapat membantu tempat penampungan Matroskin, untuk kehidupan kucing-kucing yang telah diselamatkan oleh hak-hak aktivis hewan setiap hari dan mencarikan rumah baru bagi mereka #fypシ#cat#cats#kucing#kucinglucu#kucingpeliharaan#tingkahkucinglucu#kucingabu#kucingras#kucingdibuang#buangkucing#sheltercat#adopsikucing#ekspedisi#perm#beritakucing#infokucing#kedi
2025/8/31 Diedit ke
... Baca selengkapnyaSebagai pecinta kucing, kasus kucing dibuang seperti Janisa ini benar-benar bikin sesak. Dari foto kardus pengiriman yang direkatkan rapat dengan selotip, kebayang banget gimana paniknya kucing abu-abu itu saat dikirim seperti paket, bukan makhluk hidup. Padahal dia punya mata bulat yang polos dan cuma bisa pasrah digendong setelah diselamatkan.
Di sekitar kita, kasus kucing dibuang sebenarnya lebih sering terjadi dari yang kita kira. Ada yang diam-diam menurunkan kucing di pinggir jalan, depan masjid, pasar, bahkan sekadar meletakkan kardus berisi anak kucing di depan rumah orang lain. Banyak yang berpikir, “Ah nanti juga ada yang kasihan dan ambil,” padahal kenyataannya sering kali kucing itu kelaparan, sakit, atau ketabrak kendaraan.
Kalau sudah terlanjur nggak bisa merawat kucing, ada beberapa hal yang menurutku jauh lebih manusiawi daripada membuang:
1. **Hubungi shelter atau komunitas pecinta kucing**
Cari di media sosial: cukup ketik kata kunci seperti "adopsi kucing", "rescue kucing", atau "shelter cat" di kota kamu. Memang tidak semua tempat penampungan bisa langsung menerima karena penuh, tapi biasanya mereka bisa kasih arahan: cara open adopsi, cara merawat sementara, atau bantuan donasi.
2. **Open adopsi dengan jujur**
Bikin postingan lengkap: umur kucing, jenis kelamin, kondisi kesehatan, karakter (pemalu, aktif, suka anak kecil atau tidak). Foto yang jelas, bukan cuma kucing di dalam kardus. Dari pengalamanku, orang lebih tertarik mengadopsi kalau kita jujur dan tampak benar-benar sayang, bukan sekadar ingin “buang” tanggung jawab.
3. **Steril dan vaksin dulu kalau mampu**
Banyak orang ragu mengadopsi kucing dibuang karena takut bawa penyakit atau nanti beranak terus. Kalau kamu punya rezeki lebih, coba steril dan vaksin dulu. Ini membantu meringankan calon adopter dan mengurangi kemungkinan kucingmu berakhir jadi kucing jalanan lagi.
4. **Jangan kirim kucing seperti barang**
Kasus Janisa yang dikirim lewat ekspedisi dengan kardus tertutup selotip itu contoh ekstrem yang seharusnya tidak ditiru sama sekali. Kalau memang harus memindahkan kucing ke tempat penampungan atau rumah baru, antar langsung dalam kondisi layak: pakai carrier, kasih alas yang nyaman, jangan lupa lubang udara, dan jangan ditinggal begitu saja.
5. **Siapkan diri sebelum adopsi**
Untuk kamu yang lagi mikir mau pelihara kucing abu-abu lucu atau kucing ras: tolong pikirkan jangka panjang. Biaya makan, pasir, vaksin, kemungkinan sakit, sampai waktu buat bersih-bersih rumah. Kucing memang menggemaskan, tapi mereka bukan mainan. Begitu kamu bawa pulang, kamu bertanggung jawab atas hidupnya.
Melihat Janisa yang sekarang dipeluk hangat oleh aktivis, kontras banget dengan bayangan dia sendirian di dalam kardus pengiriman. Dari kejadian miris ini, aku belajar bahwa cara kita memperlakukan hewan menunjukkan seberapa manusiawi kita sebenarnya. Kalau kamu menemukan kucing dibuang di kardus atau ditinggalkan di pinggir jalan, jangan ragu ambil langkah kecil: foto, share, minta bantuan komunitas, atau kalau mampu, rawat sementara sampai dapat rumah baru. Kadang, satu tindakan kecil bisa mengubah total hidup seekor kucing.