Di Eskişehir, Turki, seekor kucing kembali bikin kehebohan setelah mengeong keras seolah terjebak di atap Stasiun Kereta. Sejumlah anak muda dan warga sekitar langsung berusaha menolong, mengira kucing itu dalam bahaya. Tapi begitu didekati, kucing tersebut justru santai bermain dan mengulang aksi yang sama seperti sebelumnya. Sehari setelahnya, kucing nakal ini malah terlihat duduk manis di bangku stasiun, seakan tidak pernah terjadi apa-apa, membuat banyak orang sadar bahwa “aksi minta tolong” itu ternyata cuma bagian dari kelakuan isengnya #cat#kucing#kucingmujaer#kucingjalanan#kucingmanja
1/16 Diedit ke
... Baca selengkapnyaJujur, pas pertama lihat kucing nakal ini di atap stasiun, aku langsung panik dan refleks mikir, "Wah, kasihan banget, dia pasti kejebak." Dari bawah kedengaran banget suaranya ngeong keras, kayak minta tolong. Anak-anak muda di sekitar juga ikutan heboh, semua otomatis jadi tim penyelamat dadakan.
Begitu didekati, ternyata kucing belang putih dengan corak coklat dan hitam itu malah santai berdiri di atap merah, menatap ke bawah seolah lagi nonton reaksi manusia. Saat ada yang berusaha manjat atau mengulurkan tangan, dia gesit geser posisi, bikin suasana kayak main kejar-kejaran. Di teks foto bahkan dijelasin kalau dia sering berpura-pura terjebak untuk menarik perhatian dan ngajak orang main.
Yang bikin tambah gemas, keesokan harinya kucing hitam putih ini duduk santai di bangku tunggu stasiun, kayak nggak ada dosa. Ada momen ketika seorang pria mengelus kucing itu, dan kelihatan banget sisi manja dan percaya dirinya. Dari situ aku sadar, beberapa kucing nakal memang punya kepribadian unik: mereka tahu kalau suara dan tingkah mereka bisa bikin manusia bereaksi.
Kalau kamu punya kucing nakal di rumah, pasti relate. Mereka suka pura-pura sedih, ngeong sekeras mungkin, atau tiba-tiba naik ke tempat tinggi dan berlagak nggak bisa turun, padahal sebenarnya lincah banget. Biasanya motifnya cuma satu: cari perhatian. Kucing manja memang sering merasa stasiun, rumah, atau lingkungan sekitarnya adalah panggung mereka sendiri.
Dari kejadian di Eskişehir ini, aku belajar buat lebih peka sama bahasa tubuh kucing. Nggak semua ngeong keras berarti dia dalam bahaya, kadang itu cuma cara mereka ngajak main atau minta disayang. Tapi tetap, saat lihat kucing di tempat berisiko, aku tetap cek kondisinya, siapa tahu kali ini mereka benar-benar butuh bantuan.
Kalau suatu hari kamu ketemu kucing nakal yang suka cari perhatian di stasiun atau di jalan, coba luangkan waktu sebentar buat mengelus atau menemani. Biasanya setelah merasa diperhatikan, mereka akan duduk manis, menatap kamera, dan kasih pose terbaik seolah bilang, "Makasih sudah peduli." Dari pengalaman ini, aku jadi makin yakin kalau kucing jalanan pun bisa sangat manja dan pandai mengatur "drama" demi sedikit kasih sayang dari manusia.