Ramadan, Sudahkah Kamu Memaafkan Diri Sendiri? 🤧

Posting ini di jam overthinking!✨

Memaafka diri sendiri itu terkesan mudah tapi aslinya susah lho.

Salah satu penghalangnya kamu merasa semua baik-baik saja. Eits, kata Soul Healerku, kalau udah di tahap itu perlu effort untuk mengelola trauma dan emosimu.

Tapi, selama ada kemauan, pasti bisa!

Alhamdulilah, awal Ramadan udah diingatkan untuk mengawali bulan suci ini dengan minta maaf ke diri sendiri.

Jujur, tubuh kita udah nyimpan banyak hal dari ‘kejahatan’ yang kita lakukan. Jadi, ga ada salah dan wajib banget minta maaf!

Yuk coba pelan-pelan.

Kamu bisa relaxkan tubuh, pejam mata, lalu bicara dalam hati. Ya, bicara dengan diri sendiri.

Mari bertumbuh jadi lebih baik✨

#RamadhanGuide #mentalhealthawareness #mentalitytips #mentalhealthjourney

2/21 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMenghadapi bulan Ramadan bukan hanya soal menunaikan ibadah puasa, tetapi juga momentum tepat untuk melakukan healing mental, terutama dengan memaafkan diri sendiri. Seringkali, kita terlalu keras menilai diri sendiri atas kesalahan yang telah lalu, bahkan atas hal-hal yang di luar kendali kita. Hal ini justru memperparah beban emosional dan menghambat proses penyembuhan. Saya pernah mengalami masa di mana sulit sekali memaafkan diri sendiri, apalagi ketika trauma dan perasaan bersalah masih membekas. Namun melalui proses emotional healing yang saya jalani, termasuk teknik relaksasi dan mediasi internal, saya belajar untuk perlahan-lahan membuka hati menerima kekurangan diri dan memaafkan setiap kesalahan tanpa menghakimi. Berdasarkan pengalaman pribadi dan saran dari para ahli, ada beberapa langkah yang bisa membantu kamu memulai proses ini selama Ramadan: 1. Sisihkan waktu sejenak untuk menenangkan pikiran dan tubuh. Pejamkan mata, tarik napas dalam, dan fokus pada perasaan yang muncul. 2. Bicara dalam hati atau bahkan menuliskan pesan maaf pada diri sendiri, seperti "Maafkan aku untuk segala kesalahanku" atau "Aku berhak tumbuh dan sembuh." 3. Jangan ragu untuk mencari bantuan professional jika trauma dan emosi terasa sulit di kelola sendiri. Support system sangat penting. 4. Ingat, memaafkan diri sendiri bukan berarti melupakan atau membenarkan kesalahan, tapi sebagai langkah untuk melepaskan beban dan melangkah maju menuju kehidupan yang lebih sehat secara mental. Dengan memanfaatkan Ramadan sebagai bulan yang penuh pengampunan, kita tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan orang lain, tetapi terutama dengan diri sendiri. Jangan biarkan luka lama terus menimbulkan rasa sesal. Mari manfaatkan bulan suci ini sebagai awal baru untuk bertumbuh dan membebaskan jiwa dari beban yang tidak perlu.