Ramadan, waktunya berbenah isi lemari!✨

Sembari menunggu waktu berbuka, terbesit keinginan untuk berberes.

Ah ya, sebenarnya ini seharusnya ga hanya pas Ramadan tapi rutin dilakukan.

Cuma Ramadan rasanya terasa syahdu.

Decluttering itu berat kalau kamu sibuk dengan kenangan atau momen barang-barangmu!

Tapi, perlahan, itu harus dihilangkan.

Kasian sama dirimu.

Terlalu menumpukan barang yang ga digunakan lagi itu bikin sesak.

Salah satu benda yang ketumpuk adalah alat makan plastik!

Jujurly, ini gak berasa tau-tau udah numpuk.

Lebih banyak tutupnya daripada tempatnya.

Sejak ikut Emotional Healing Indonesia, aku belajar mikir untuk nyimpan barang.

Jadi, kamu mau ikut juga gak?

Berbenah.

Pelan-pelan tapi pasti.

🫰🏻

Yuk, bertumbuh baik bersama.

Jangan lupa follow, untuk menyimak ceritaku bertarung dengan trauma.

#RamadhanGuide #declutering #declutteringhacks

2/22 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai pengalaman pribadi, Ramadan memang menjadi momentum yang tepat untuk melakukan decluttering, tidak hanya pada isi lemari, tapi juga pada pikiran dan hati. Saat menjalani ibadah puasa, suasananya yang tenang memberikan energi positif dan waktu luang untuk merenung serta menata ulang berbagai aspek kehidupan, termasuk barang-barang yang kita miliki. Saya menemukan bahwa decluttering bukan cuma soal membuang barang, tapi lebih kepada proses melepas keterikatan emosional pada benda-benda yang sudah tidak berguna. Ini adalah bagian dari "detoks rumah dan hati", memperbaiki ruang fisik sekaligus ruang batin agar kita bisa hidup lebih ringan dan damai. Contohnya, alat makan plastik yang sering saya kumpulkan tanpa sadar ternyata membuat lemari menjadi sesak dan tidak efisien. Melalui proses tersebut, saya belajar untuk lebih selektif dan mindful terhadap setiap barang yang saya simpan. Belajar dari Emotional Healing Indonesia, pendekatan decluttering saya kini terhubung dengan penyembuhan trauma dan kebiasaan lama yang menahan saya. Dengan melangkah pelan-pelan, saya bisa bertumbuh dan mengurangi beban emosional yang tidak perlu. Ini adalah proses yang tidak instan, namun memberikan ketenangan dan kebebasan yang berharga. Bagi siapa saja yang ingin mencoba, saya sarankan untuk memulai dengan membuat daftar barang yang jarang dipakai lalu bertanya pada diri sendiri, 'Apakah saya benar-benar butuh ini?' Jika jawabannya tidak, lepaskanlah dengan penuh kesadaran. Ikuti ritme Anda sendiri dan jangan merasa terburu-buru agar proses ini bisa menjadi momen refleksi yang menyenangkan. Selain membuat ruang fisik lebih lapang, decluttering di bulan Ramadan juga membentuk pola pikir yang lebih sederhana dan mengajarkan kita untuk lebih bersyukur. Dengan berbenah secara rutin, tidak hanya saat Ramadan, kita bisa menjaga keseimbangan antara kondisi rumah dan kesehatan mental. Yuk, manfaatkan Ramadan untuk berbenah, bukan hanya di luar, tapi juga di dalam diri!