Udang Galah Sungai Pulau Nibung Kalimantan Tengah💥
Hasil Mancing udang galah sungai Pulau Nibung Kalimantan. Sensasi mancing udang tidak ada duanya. Walau daging udang ini sangat enak, tapi tingkat kolesterolnya sangat2 tinggi.
... Baca selengkapnyaBuat yang penasaran sama mancing udang galah sungai, terutama di Pulau Nibung Kalimantan Tengah, saya ceritain lebih lengkap di sini. Di foto kelihatan tumpukan udang galah segar dengan capit biru panjang di atas terpal putih, itu benar-benar hasil mancing semalaman di sungai.
Biasanya saya berangkat sore menjelang magrib. Menurut pengalaman, mancing udang galah malam hari itu lebih rame sambaran. Air sungai mulai tenang, udang galah keluar cari makan dan berkumpul di titik-titik tertentu. Spot favorit saya itu di tikungan sungai yang arusnya tidak terlalu deras, dekat dengan kayu tumbang atau akar-akar pohon di pinggir. Di situlah sering kelihatan udang galah sungai berkumpul.
Untuk yang cari udang galah jumbo dengan capit panjang dan biru mencolok, coba fokus di bagian sungai yang agak dalam dan berarus pelan. Udang capit panjang biasanya nongkrong di dasar, jadi saya pakai pemberat agak berat supaya umpan cepat turun. Umpan yang sering saya pakai: cacing tanah, usus ayam, atau potongan ikan sungai. Kalau di Kalimantan, kadang ada juga yang pakai umpan udang kecil atau cacing rawa, tergantung ketersediaan.
Peralatan pun nggak perlu terlalu mewah. Saya pakai joran pendek yang ringan, reel kecil, dan senar lumayan halus supaya sensasi tarikannya kerasa. Di foto kelihatan udang galah besar tergeletak di lantai kayu basah perahu, di samping alat pancing seperti joran dan reel. Begitu pelampung goyang halus atau ujung joran kedut-kedut kecil, jangan langsung disentak keras. Udang galah ini suka pegang dulu umpannya, jadi saya tunggu beberapa detik, baru angkat pelan tapi pasti.
Soal ukuran, di sungai Pulau Nibung ini saya sering dapat campur antara udang galah kecil sampai yang jumbo. Yang capit biru panjang dan mata merah biasanya jantan besar, rasanya memang enak banget kalau sudah dimasak, tapi ya itu tadi, kolesterolnya cukup tinggi. Saya pribadi kalau dapat banyak, sebagian saya lepas lagi, terutama yang masih kecil, supaya populasi udang sungai tetap terjaga.
Buat pemula yang baru mau coba mancing udang galah kalimantan, saran saya jangan buru-buru pindah spot. Kadang butuh waktu sampai udang galah berkumpul di sekitar umpan. Perhatikan juga arus dan kedalaman. Kalau dalam satu jam nggak ada sambaran sama sekali, baru deh geser sedikit ke spot lain, misalnya dekat tiang jembatan, tepi sungai yang rimbun, atau bekas lubuk.
Kalau kalian punya foto udang galah hasil mancing sendiri, seru juga kalau dibagikan. Dari foto biasanya ketahuan apakah itu udang galah sungai lokal, udang bambu, atau udang kalimantan jenis lain. Saya sendiri senang mengamati bentuk capit, warna biru, dan ukuran tubuhnya. Semoga cerita dan pengalaman singkat ini bisa jadi referensi buat yang lagi cari spot mancing udang galah sungai dan pengen ngerasain sensasi narik udang galah capit biru langsung dari perahu di sungai.
suka banget