Nama ikan ini adalah ikan patung kalau di Kalimantan, tidak tau kalau di daerah lain. Ikan ini memiliki tulang yg besar di bagian atas,tapi daging ikan ini sangat enak seperti ikan papuyu.
... Baca selengkapnyaBuat yang belum pernah lihat langsung, ikan patung Kalimantan ini biasanya hidup di sungai air hitam yang arusnya tenang, banyak kayu atau akar di dasar. Warna badannya coklat keemasan, kadang ada semburat agak kehitaman, dan kalau baru naik dari air masih kelihatan mengilap. Di foto-foto yang aku ambil, kalian bisa lihat sisiknya lumayan tebal dan matanya ada warna oranye, jadi cukup gampang dikenali.
Kenapa dibilang ikan patung? Di tempatku, sebagian orang juga suka menyebutnya ikan peyang atau kadang nyebut berdasarkan bentuk badannya yang agak pipih. Ada juga yang menyamakan dengan ikan paha atau ikan lidah, walaupun sebenarnya beda jenis. Pokoknya kalau sudah sering mancing di sungai Kalimantan, lama-lama bisa bedain mana ikan patung, mana lais besar, mana ikan kapar, dan jenis lainnya.
Kalau soal mancing, ikan patung sungai ini biasanya nyambar umpan di dasar atau dekat dasar. Aku sering pakai umpan cacing atau potongan udang kecil. Tekniknya simpel saja: lempar umpan agak ke tengah, biarkan tenggelam, lalu tunggu. Kadang pas lagi santai di perahu, tiba-tiba joran melengkung karena dia makan umpan dengan cukup kuat. Di beberapa spot, sekali duduk bisa dapat beberapa ekor dan ditata rapi di atas jaring atau alas biru di perahu seperti di foto.
Bagian yang unik dari ikan patung Kalimantan ini tulangnya besar di bagian atas, jadi waktu bersihinnya memang perlu sedikit ekstra hati-hati. Tapi justru karena tulangnya besar, waktu makan lebih gampang pisahin daging dan tulangnya. Dagingnya sendiri menurutku lembut dan gurih, mirip ikan papuyu tapi teksturnya sedikit lebih padat. Enak banget kalau digoreng kering, digulai, atau dibakar dengan bumbu sederhana.
Kalau kalian suka eksplor jenis ikan lain, di Kalimantan dan daerah lain Indonesia sebenarnya banyak sekali ikan-ikan unik: ada ikan jajung Bali di daerah Bali dan sekitarnya, ikan selincah di beberapa sungai Sumatra, sampai ikan-ikan karang laut dangkal yang warna-warni. Di beberapa tempat, ikan sungai yang ukurannya besar dan bentuknya agak seram sering disebut ikan monster Kalimantan, padahal kalau tahu cara masaknya, rasanya juga mantap.
Menurutku serunya mancing ikan patung itu bukan cuma di hasil tangkapannya, tapi juga suasana di sungai air hitam: naik perahu kayu, lihat pemandangan air yang tenang, dan sensasi pertama kali lihat ikan patung keemasan naik dengan kail masih nancap di mulutnya. Kalau kalian ada pengalaman ketemu nama lain untuk ikan ini di daerah kalian, boleh banget sharing, biar kita sama-sama belajar soal kekayaan jenis ikan di Indonesia.
enak nih