#Work From Puskesmas Lakawali
Hay sahabat Lemon8_ID bantuu support Kami para nakes yang masih stay di tempat puskesmas 🙏🙏
Di saat banyak orang menikmati sistem work from anywhere, bekerja dari rumah, dari kafe ato dari mana saja...aku sebagai tenaga kesehatan justru tetap harus berada di tempat yang sama ; Puskesmas, rumah sakit, ruang perawatan,Posyandu,dan Pustu
Tidak ada pilihan bekerja dari rumah, karena pasien tidak bisa menunggu di balik layar. Mereka butuh kehadiran nyata, tangan yang membantu, dan hati yang peduli.
Kadang lelah melihat orang lain bisa bekerja dengan lebih fleksibel, sementara kami tetap harus datang, bahkan saat orang lain libur. Tapi dari sini aku belajar, menjadi nakes bukan sekadar pekerjaan. Ini tentang tanggung jawab, tentang hadir di saat orang lain sedang membutuhkan.
Pengalaman ini mengajarkanku satu hal:
mungkin kami tidak bisa work from anywhere, tapi kami selalu ada di tempat yang paling dibutuhkan🍋🍋🩺🤍
Bekerja sebagai tenaga kesehatan di puskesmas memang menuntut dedikasi dan semangat yang tinggi. Pengalaman di Puskesmas Lakawali mengajarkan bahwa meskipun para nakes tidak memiliki kemewahan bekerja dari mana saja seperti kebanyakan profesi lain, kehadiran mereka sangat vital bagi pasien yang membutuhkan. Banyak penyakit yang ditangani di puskesmas, seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), tuberkulosis paru, sampai gangguan pencernaan seperti dispepsia. Dalam kondisi ini, kehadiran medis langsung adalah kunci keberhasilan pengobatan dan penanganan. Selain itu, pelayanan di posyandu dan pustu juga menunjukkan bagaimana petugas kesehatan bekerja tanpa henti di lapangan, memastikan anak-anak dan keluarga mendapatkan imunisasi dan pemantauan kesehatan rutin. Inovasi layanan seperti penerapan sistem P-Care dan jalur evakuasi medis juga menunjukkan kerja keras dan inovasi yang berjalan di Puskesmas Lakawali untuk menunjang keselamatan pasien. Sebagai seseorang yang pernah merasakan jadi pendamping keluarga pasien, saya menyadari betapa pentingnya peran tenaga kesehatan ini. Mereka tidak hanya memberikan perawatan medis, tapi juga memberikan ketenangan dan kepastian di saat-saat sulit. Melihat langsung bagaimana nakes menghormati dan menghargai pasien, terutama di lantai dua area layanan yang terintegrasi, memberikan gambaran nyata tentang profesionalisme mereka. Tentu saja, bekerja tanpa pilihan untuk work from home atau fleksibel seperti profesi lain membuat mereka lebih lelah secara fisik dan mental. Namun semangat dan rasa tanggung jawab itu yang membuat banyak nakes bertahan dan terus memberikan layanan terbaik meski saat libur nasional atau Ramadhan. Peran mereka yang selalu ada di 'tempat yang paling dibutuhkan' ini patut diapresiasi. Mendukung para nakes dan memahami perjuangan di balik layar layanan kesehatan ini bukan hanya bentuk empati, tapi juga menguatkan solidaritas sosial kita sebagai masyarakat.






