Jangan lupa komen dan like di foto ini yaa, supaya aku bisa menang 🫶🏻
Don't forget to follow lemon8 & tiktok account aku yaa ❤️
Kali ini aku mau diskusi sama kalian nihh soal trend yang lagi viral, jujur selama tinggal di Jepang, aku gak up to date sama yg lagi viral di Indonesia, tapi beberapa kali aku liat bahasan soal trend AI ghibli ini, kalo menurut kalian gimanaa??
... Baca selengkapnyaSejujurnya aku juga awalnya bingung banget pas lihat orang-orang di TikTok dan Lemon8 ngomong, "Ghibli adalah bahasa gaul apa sih?". Kirain cuma nama studio anime Jepang biasa, ternyata di sosmed Indonesia kata "ghibli" mulai dipakai sebagai bahasa gaul juga.
Secara asal-usul, Ghibli itu nama studio animasi Jepang yang terkenal banget, Studio Ghibli, yang bikin film-film kayak Spirited Away, My Neighbor Totoro, Howl’s Moving Castle, dan lain-lain. Nah, karena style gambarnya khas dan estetik, orang Indonesia mulai pakai kata "ghibli" buat nyebut sesuatu yang vibe-nya mirip: estetik, dreamy, halus, dan kayak dunia dongeng gitu. Jadi kalau ada yang bilang, "Foto kamu ghibli banget", biasanya maksudnya fotonya kelihatan lembut, warna pastel, kelihatan kayak adegan anime Studio Ghibli.
Pas tren AI Ghibli lagi meledak, makin sering lihat caption, "Edit jadi AI Ghibli", "Bikin foto ghibli vibe", atau "Mau kelihatan aesthetic ala ghibli". Di sini "ghibli" dipakai sebagai bahasa gaul buat nyebut style gambar: anime lembut, pencahayaan cantik, berasa adegan film. Jadi bukan cuma nama studio lagi, tapi udah jadi istilah gaul buat gaya foto dan editan.
Tapi di sisi lain, aku juga lihat banyak konten yang bilang, "STOP MENORMALISASI PLAGIARISME AI GHIBLI". Ada yang share kutipan Hayao Miyazaki yang menolak AI art, terus bahas soal etis atau nggaknya pakai AI yang meniru gaya Studio Ghibli tanpa izin. Dari situ aku mulai mikir dua sisi: di satu sisi pengen ikut-ikutan edit foto real aku jadi versi "setelah edit pake AI" biar aesthetic dan kekinian, di sisi lain mulai merasa nggak enak karena seolah-olah ngambil style orang lain tanpa persetujuan.
Kalau dari pengalamanku pribadi, pakai filter "Generated with AI" buat foto berhijab aku itu seru, apalagi lihat before-after antara "foto real aku" dan versi anime. Rasanya kayak jadi karakter utama di film Ghibli gitu. Tapi setelah baca bahasan orang-orang yang lebih paham soal hak cipta dan karya seni, aku jadi lebih hati-hati. Sekarang kalau pakai AI, aku coba pilih style yang nggak secara jelas meniru satu studio tertentu, atau lebih ke style anime umum, bukan label "AI Ghibli".
Jadi intinya, "ghibli adalah bahasa gaul" di Indonesia biasanya dipakai buat nyebut style yang aesthetic dan mirip film Studio Ghibli, terutama di foto, filter, atau editan AI. Cuma menurutku penting juga buat tetap respect ke seniman aslinya. Boleh ikut tren AI Ghibli sebagai seru-seruan, tapi jangan lupa edukasi diri soal batas plagiat dan hargai karya original.
Kalau kamu sendiri, pas dengar kata "ghibli" sekarang lebih kepikiran ke apa? Studio anime Jepang, vibe estetik, atau langsung ke filter AI yang lagi viral? Boleh sharing di komen, pengen tahu sudut pandang kalian juga.
betul kak aku juga belum tertarik buat edit AI ala ghibli karena masuk plagiarism🥺