MULAI DARI MANA YA?
Bikin cookies-nya sih semangat, tapi pas kepikiran mau dijual... kok mental langsung ciut ya? 😭 Kasih aku masukan dong, Girls...
Jujur, ini salah satu hasil eksperimen baking aku di dapur. Kuenya lembut, cokelatnya lumer, dan orang rumah bilang enak. Tapi di balik foto ini, sebenarnya aku punya ketakutan besar buat mulai jualan bisnis kuliner sendiri.
Dulu aku pernah gagal memang bukan dibagian kuliner sih. Aku jatuh sejatuh jatuhnya,sampai aku sakit hampir setahun dan jujur itu bukan pilihan aku tapi orang tua aku,dan memang kebetulan itu dijalur bagian berdagang juga tapi beda ranah. Sampai suatu hari aku kepikiran buat jualan bangun bisnis sendiri. Dan kaya temen, keluarga, bahkan pacarku suka banget sama masakan aku bahkan suruh jualan tapi ntah kenapa aku langsung cuit. Dari situ, setiap mau mulai jualan, rasanya trauma dan bingung harus melangkah dari mana dulu. Takut nggak ada yang beli, takut rasanya nggak pas di lidah orang lain,takut gagal lagi, takut jatuh lagi disini.
Di sini ada yang pernah ngerasain posisi aku nggak sih? Yang pengen mandiri punya bisnis tapi ketakutan duluan?
Bagi tipsnya dong buat kalian yang udah berhasil lewatin fase ini! Atau menurut kalian, cookies kayak gini udah layak jual belum ya? Komen di bawah ya, aku butuh asupan semangat banget hari ini! 🥺👇✨
#MyJourney #baking #belajarbisnis #anakmudasukses #storytime
Memulai bisnis jualan kuliner memang bukan hal mudah, apalagi bila kita membawa beban kegagalan di masa lalu. Dari pengalaman pribadi saya, saya juga pernah merasa cemas dan takut saat beranjak dari coba-coba baking di rumah ke tahap jualan secara serius. Rasa takut itu wajar, terutama kalau dulu pernah mengalami kegagalan dan trauma yang mendalam. Tapi penting untuk kita ingat bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan pelajaran berharga untuk memulai lagi dengan strategi lebih matang. Saat saya memutuskan untuk mulai jualan cookies, pendekatan saya berubah. Saya mulai dengan membagikan hasil cookies ke orang terdekat terlebih dahulu untuk mendapat feedback jujur. Jika mereka bilang enak, itu jadi booster kepercayaan diri saya, tapi kalau ada kritik, saya gunakan untuk memperbaiki rasa dan kualitas cookies. Seiring waktu, saya juga aktif mengikuti komunitas baking dan bisnis kecil, belajar dari pengalaman orang-orang yang sudah lebih dulu berhasil. Mereka banyak memberi tips mulai dari branding sederhana hingga pemilihan target pasar yang pas. Ketakutan tidak akan hilang sepenuhnya, tapi bisa dikelola. Mulai dari langkah kecil, misalnya buka jualan lewat media sosial atau ikut bazar lokal supaya kamu bisa melihat respon pasar tanpa tekanan besar. Penting juga untuk punya mindset bahwa memulai bisnis adalah proses pembelajaran dan kesuksesan memerlukan waktu. Jangan lupa, support dari keluarga dan teman sangat membantu mengurangi rasa gugup. Tidak ada salahnya juga meminta mereka jadi pelanggan pertama untuk mendukung dan memberikan masukan. Untuk kamu yang merasa kue sudah enak dan tepat, jangan biarkan ketakutan menghambat langkahmu. Jadikan rasa takut sebagai motivasi untuk memperbaiki dan terus mencoba. Bisnis kuliner itu dinamis dan rasa cocok di lidah orang lain bisa diasah dengan penyesuaian. Jadi, segera ambil risiko terkecil untuk mulai memasarkan cookies kamu dan terus tingkatkan kualitasnya. Ingat, banyak pengusaha sukses juga berawal dari keraguan dan kegagalan, tapi mereka yang berani mencoba dan nggak menyerah yang akhirnya bisa berhasil.

@NAE , Guys ini suggestku, memulai sesuatu dh mengucapkan basmalah dan yakin bahwa Allah akan memberi kita petunjuk aga jualan / bisnis kita berhasil, bacalah Al- Fatikha d awali bismilah 3 kali, Insya Allah, Biidznillah. 🤲🏻🤲🏻😇