... Baca selengkapnyaBuat yang lagi cari cara pembuatan kerajinan dengan bahan dasar lilin dan masih bingung harus mulai dari mana, aku share urutan yang biasa aku lakukan saat bikin handmade candle dari soy wax.
1. Menyiapkan alat dan bahan
Biasanya aku siapin dulu semua di meja biar nggak mondar-mandir:
- Lilin kedelai (soy wax) sebagai bahan dasar
- Wadah lilin (jar kaleng/perak, gelas, atau cetakan silikon bentuk gelembung, daun, semanggi, dll.)
- Sumbu (bisa sumbu kayu atau sumbu kapas)
- Essential oil atau fragrance oil buat aroma
- Pewarna khusus lilin kalau mau lilin warna-warni
- Panci double boiler atau panci kecil + mangkuk tahan panas
- Stik kayu atau penjepit buat menahan sumbu
2. Pembuatan kerajinan lilin diawali dengan cara memotong dan melelehkan lilin
Langkah paling awal menurutku adalah motong lilin (soy wax) jadi potongan kecil biar cepat meleleh. Setelah itu aku taruh di mangkuk tahan panas, lalu ditim di atas air mendidih (metode double boiler). Jangan langsung dipanaskan di atas api, soalnya bisa gosong dan bikin warna lilin jadi kurang cantik.
3. Menyiapkan wadah dan sumbu
Sambil nunggu lilin meleleh, aku siapin wadah:
- Kalau pakai jar perak atau kaleng, bagian bawah sumbu aku tempel pakai lem tembak atau stiker sumbu.
- Kalau pakai cetakan silikon bentuk gelembung, aku biasanya tusuk sumbu dari tengah atau pakai cetakan khusus lilin gelembung.
Sumbu perlu dipastikan berdiri tegak. Biasanya aku tahan pakai stik kayu di bagian atas supaya nggak miring saat lilin cair dituang.
4. Memberi warna dan aroma
Setelah lilin benar-benar cair, api aku kecilkan lalu aku cek suhunya (kalau nggak punya termometer, aku tunggu beberapa menit hingga lilin nggak terlalu panas). Baru deh aku tambahkan pewarna dan aduk pelan sampai rata. Terakhir, aku masukin essential oil, kira-kira 6–10% dari total berat wax, jadi aromanya kerasa tapi nggak berlebihan.
5. Menuang lilin ke dalam wadah atau cetakan
Ini bagian yang paling satisfying. Lilin cair yang sudah diberi warna dan aroma aku tuang pelan ke dalam wadah atau cetakan. Untuk lilin gelembung dua warna (misalnya kuning dan merah), aku biasanya tuang satu warna dulu, tunggu setengah mengeras, baru tambahkan warna kedua di atasnya.
6. Menunggu lilin mengeras
Setelah dituangkan, lilin aku diamkan di suhu ruang. Biasanya butuh beberapa jam sampai benar-benar padat. Waktu ini jangan sering-sering disentuh atau digoyang supaya permukaannya tetap halus dan nggak retak.
7. Finishing dan dekorasi
Kalau lilin sudah keras, sumbu aku gunting, sisakan sekitar 0,5–1 cm di atas permukaan. Untuk lilin dekoratif, kadang aku tambahkan hiasan kering di sekelilingnya, misalnya bunga kering, daun hijau, atau buah beri imitasi supaya kelihatan lebih estetik waktu difoto.
Tips dari pengalamanku:
- Kalau permukaan lilin retak atau ada lubang kecil di tengah, biasanya karena suhu tuang terlalu panas atau ruangan terlalu dingin. Aku biasanya tuang lapisan tipis lagi di atasnya untuk merapikan.
- Soy wax cenderung hasilnya matte dan lembut, cocok banget untuk kerajinan lilin handmade yang mau dijual atau dijadiin kado.
Jadi intinya, pembuatan kerajinan dengan bahan dasar lilin diawali dengan cara melelehkan lilin terlebih dahulu, sambil menyiapkan wadah, sumbu, dan dekorasi. Setelah beberapa kali coba-coba, aku jadi punya pola kerja sendiri dan hasil lilinnya makin rapi dan cantik.