Kediri – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, diundang sebagai narasumber dalam seminar kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Universitas Strada Indonesia (USI) pada Selasa, 2 September 2025. Dalam kesempatan tersebut, Vinanda membagikan pandangannya mengenai pentingnya kepemimpinan inklusif dan peran strategis generasi muda dalam membentuk masa depan daerah.
Vinanda yang dikenal dengan sapaan akrab “Mbak Wali” ini menginspirasi ratusan mahasiswa dan mahasiswi USI melalui kisahnya sebagai wali kota perempuan pertama di Kota Kediri, sekaligus wali kota termuda di Indonesia saat ini.
“Menjadi pemimpin bukan soal gender, tapi soal kapasitas dan integritas. Perempuan juga layak diberi ruang dan kesempatan untuk memimpin,” ujar Vinanda dalam sambutannya yang disambut antusias oleh peserta seminar.
Dalam paparannya, Vinanda menekankan bahwa kepemimpinan harus dibangun atas dasar empati, visi jangka panjang, dan keberanian untuk mengambil keputusan. Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak ragu mengambil peran strategis di masyarakat sejak dini.Tak hanya berbicara soal kepemimpinan, Vinanda juga berpesan kepada para mahasiswa untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin.
Kehadiran Mbak Wali di kampus USI disambut hangat oleh civitas akademika. Rektor Universitas Strada Indonesia, kehadiran Vinanda sebagai contoh nyata bahwa pemimpin muda dan perempuan dapat membawa perubahan yang berarti bagi masyarakat.
Vinanda Prameswati yang resmi menjabat sebagai Wali Kota Kediri pada tahun 2025 menjadi simbol transformasi kepemimpinan di kota tersebut. Di usia yang masih sangat muda, ia dikenal dengan kebijakan-kebijakan progresif serta kedekatannya dengan warga, khususnya kalangan muda.
#vinanda #vinandaprameswati #kediri #kediri24jam #mbakvinandauntukkediri
Dalam era modern yang penuh tantangan, kehadiran pemimpin muda seperti Vinanda Prameswati memberikan contoh nyata betapa pentingnya kepemimpinan yang inklusif dan adaptif. Kepemimpinan tidak hanya tentang memegang jabatan, tetapi juga tentang membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat dan berani mengambil keputusan yang berorientasi pada masa depan yang lebih baik. Sebagai perempuan muda yang dipercaya menjabat sebagai Wali Kota Kediri pada tahun 2025, Vinanda menunjukkan bahwa pemimpin harus memiliki kapasitas dan integritas, bukan hanya berdasarkan gender. Konsep kepemimpinan inklusif yang diangkatnya sangat relevan untuk kondisi sosial saat ini, dimana keberagaman suara dan peran aktif generasi muda menjadi kunci dalam pembentukan kebijakan yang efektif. Dalam seminar di Universitas Strada Indonesia, Vinanda juga menggarisbawahi pentingnya empati sebagai landasan kepemimpinan. Empati memungkinkan pemimpin untuk memahami kebutuhan dan aspirasi masyarakat secara mendalam, sehingga kebijakan yang diterapkan dapat menyentuh dan memberikan manfaat langsung. Keberanian dalam mengambil keputusan juga menjadi nilai vital, terutama dalam mengelola perubahan dan tantangan di lingkungan daerah. Generasi muda diharapkan untuk tidak ragu menjadi bagian dari proses perubahan. Melalui pendidikan yang optimal dan keterlibatan aktif dalam pembangunan, mereka dapat memperkuat masa depan daerah. Vinanda menekankan pesan ini sebagai bagian penting dari semangat perubahan, mengajak mahasiswa dan mahasiswi untuk mempersiapkan diri menjadi agen perubahan yang adaptif dan inovatif. Lebih lanjut, kehadiran "Mbak Wali" di kampus USI bukan hanya simbol, melainkan juga dorongan langsung bagi civitas akademika untuk semakin percaya bahwa pemimpin muda dan perempuan memang mampu membawa transformasi yang berarti. Di tengah dinamika era digital dan kemajuan teknologi, peran pemimpin adaptif dan transparan seperti Vinanda menjadi sangat strategis. Seminar ini sekaligus menegaskan peran wanita dalam dunia kepemimpinan era digital yang semakin menuntut kemajuan, inovasi, serta kemampuan mendengar dan merespons aspirasi secara cepat dan akurat. Layanan aduan seperti "Lapor Mbak Wali" adalah contoh nyata dari keterbukaan komunikasi yang dijalankan oleh Vinanda guna memfasilitasi aspirasi masyarakat dengan responsivitas tinggi. Dengan gaya kepemimpinan yang mengedepankan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan, Vinanda Prameswati turut membentuk iklim politik dan sosial yang sehat di Kediri. Ini juga menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi perempuan dan pemuda dalam fungsi publik, mengingat kekuatan perempuan dan generasi muda sebagai agen perubahan sosial yang strategis dan potensial.
































