Wali Kota Kediri Gelar Rapat Bersama DPRD Kota Kediri
KEDIRI — Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menggelar rapat koordinasi bersama jajaran DPRD Kota Kediri, Senin (8/9), guna membahas rencana pembangunan gedung baru DPRD. Rapat yang berlangsung di Balai Kota Kediri itu dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Kediri, serta dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Kediri, Dra. Firdaus, dan diikuti oleh seluruh anggota dewan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Vinanda akrab disapa Mbak Wali menyampaikan bahwa untuk sementara waktu, para anggota dewan dapat memanfaatkan Gedung Nasional Indonesia (GNI) sebagai ruang kerja dan pusat kegiatan legislatif.
“Pemerintah Kota Kediri memahami pentingnya fasilitas yang layak bagi DPRD dalam menjalankan tugas-tugas legislasi dan pengawasan. Untuk sementara, Gedung GNI bisa digunakan sebagai ruang kerja” ujar Vinanda.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa isu ini telah mendapatkan atensi dari pemerintah pusat, sehingga pihaknya optimistis proses pembangunan dapat segera dimulai.
Mbak Wali juga berpesan agar seluruh pihak, baik legislatif maupun eksekutif, dapat menjaga sinergi serta menciptakan suasana kota yang aman dan kondusif.
“Mari kita jaga bersama Kota Kediri agar tetap aman, nyaman, dan kondusif. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai abdi masyarakat,” tutupnya.
Rapat tersebut juga menjadi forum penyampaian berbagai masukan dari anggota dewan terkait kebutuhan kelembagaan dan dukungan administratif selama masa transisi sebelum gedung DPRD yang baru dibangun.
2025/9/8 Diedit ke
... Baca selengkapnyaSebagai orang yang sering mengikuti perkembangan Kota Kediri, nama Vinanda Prameswati makin sering muncul di beranda media sosial dan berita online. Awalnya aku cuma tahu beliau sebagai Wali Kota Kediri yang sering turun langsung ke lapangan, tapi setelah ada kabar rapat koordinasi dengan DPRD soal pembangunan gedung baru, aku jadi lebih perhatian.
Buat aku pribadi, pembangunan gedung baru DPRD itu bukan sekadar soal fisik bangunan. Ini menyangkut bagaimana pemerintah kota, khususnya Wali Kota Vinanda Prameswati, serius menata kelembagaan dan ruang kerja wakil rakyat. Di rapat itu, pilihan menggunakan Gedung Nasional Indonesia (GNI) sebagai ruang kerja sementara menurutku cukup menarik. GNI selama ini lebih dikenal sebagai tempat kegiatan acara dan pertemuan, sekarang dimaksimalkan untuk mendukung fungsi legislatif.
Dari beberapa foto yang beredar, terlihat Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengenakan seragam cokelat dan jilbab kuning, aktif berjabat tangan dan berdiskusi dengan anggota dewan. Buatku, gestur sederhana seperti itu menunjukkan upaya membangun komunikasi yang cair antara eksekutif dan legislatif. Apalagi rapat dipimpin langsung Ketua DPRD dan dihadiri Sekda, jadi terasa bahwa ini bukan rapat biasa, tapi momen penting menyamakan visi.
Yang aku anggap penting dari langkah Vinanda Prameswati adalah bagaimana isu pembangunan gedung DPRD baru sudah mendapat atensi pemerintah pusat. Artinya, bukan cuma inisiatif lokal, tapi ada dukungan lebih luas. Sebagai warga, aku berharap prosesnya transparan: mulai dari perencanaan anggaran, desain bangunan, sampai dampak ke lingkungan sekitar. Gedung DPRD yang baru sebaiknya bukan hanya megah, tapi juga ramah publik, misalnya ada ruang aspirasi warga yang mudah diakses.
Pesan Mbak Wali agar semua pihak menjaga Kota Kediri tetap aman, nyaman, dan kondusif menurutku nyambung dengan situasi politik lokal. Masa transisi sebelum gedung baru terbangun bisa jadi memunculkan tantangan: penyesuaian ruang kerja anggota dewan, penataan administrasi, sampai persepsi masyarakat. Di sinilah peran komunikasi Vinanda Prameswati penting, supaya warga paham bahwa penggunaan GNI dan pembangunan gedung baru ini dilakukan untuk mendukung kerja DPRD, bukan sekadar proyek fisik.
Dari sudut pandang warga biasa, aku lihat gaya kepemimpinan Vinanda Prameswati cukup berbeda. Dalam beberapa kesempatan, beliau tampak memilih pendekatan dialogis: duduk bareng anggota dewan, mendengar masukan soal kebutuhan kelembagaan dan dukungan administratif, bukan hanya hadir memberi arahan sepihak. Kalau pola seperti ini konsisten, harapannya keputusan terkait gedung DPRD baru benar-benar menjawab kebutuhan nyata, bukan cuma formalitas.
Ke depan, aku penasaran bagaimana detail rencana pembangunan akan dipublikasikan. Mulai dari lokasi pasti gedung, konsep desain, sampai timeline pengerjaan. Semoga Pemerintah Kota Kediri di bawah kepemimpinan Vinanda Prameswati bisa terus membuka ruang informasi ke publik, jadi warga bisa ikut mengawal dan merasa memiliki proses pembangunan ini.