KEDIRI — Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menerima kunjungan kerja dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan, dalam rangka monitoring percepatan operasionalisasi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Kediri, Rabu, 10 September 2025.
Rombongan tim dari Kemenko Pangan yang hadir dalam kunjungan ini meliputi Sugeng Santoso (Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim), Ridky Irfan Wirautama (Asisten Deputi Logistik Pangan Dalam Negeri), Endang Pujiastuti dan Eddy Kusworo (Analis Kebijakan Ahli Madya), Yosier Thalita (Negosiator Perdagangan Ahli Muda), serta Greisella Meiranda (Analis Kebijakan Ahli Pertama).
Dalam sambutannya, Vinanda Prameswati yang akrab disapa “Mbak Wali” mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah terbentuk 47 Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kota Kediri. Namun demikian, baru dua koperasi yang telah beroperasi secara aktif.
“Kami ingin memastikan koperasi ini berjalan sesuai prinsip-prinsip koperasi dan selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Operasionalisasi KKMP harus melibatkan kolaborasi lintas sektor agar berdampak langsung terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Vinanda.
Usai pertemuan, Wali Kota Kediri bersama tim Kemenko Pangan melakukan peninjauan langsung ke dua koperasi aktif yang berada di Kelurahan Ngronggo dan Bandar Kidul. Dalam kunjungan tersebut, tim melihat dari dekat kegiatan usaha koperasi, mulai dari pengelolaan logistik pangan hingga peran koperasi dalam mendukung ketahanan pangan lokal.
“Koperasi ini bukan hanya instrumen distribusi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat. Kami berharap koperasi di seluruh kelurahan bisa segera aktif dan menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” ujar Vinanda.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan implementasi program strategis nasional di daerah berjalan sesuai target, khususnya dalam hal penguatan kelembagaan pangan berbasis komunitas.
#vinanda #vinandaprameswati #kediri #kediri24jam #mbakvinandauntukkediri
Buat yang lagi nyari profil Vinanda Prameswati, aku coba rangkum versi warganet yang ngikutin sepak terjang Mbak Wali di Kota Kediri. Vinanda Prameswati saat ini dikenal sebagai Wali Kota Kediri yang banyak turun ke lapangan, khususnya soal ekonomi kerakyatan dan pangan. Di beberapa kesempatan, beliau sering disebut dengan sapaan "Mbak Wali" dan aktif mendorong program berbasis komunitas, salah satunya Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Dari cerita para pengurus koperasi, dukungan yang diberikan bukan cuma dalam bentuk arahan, tapi juga kemudahan perizinan seperti akta notaris gratis agar koperasi bisa cepat berdiri dan legal. Kalau dilihat dari kegiatannya, fokus Vinanda cukup jelas: penguatan ketahanan pangan, swasembada pangan lokal, dan distribusi pangan yang lebih rapi. Kunjungan bareng Staf Ahli Kemenko Pangan ke Kediri itu salah satu contohnya. Di sana dibahas soal sinkronisasi kebijakan pangan pusat dan daerah, mulai dari tata niaga, logistik, sampai bagaimana koperasi bisa jadi ujung tombak distribusi pangan yang mapan di tingkat kelurahan. Dari sisi kepemimpinan, Vinanda cenderung mengedepankan kolaborasi lintas sektor. Bukan hanya mengandalkan pemerintah, tapi juga mengajak komunitas, pelaku usaha kecil, dan pengurus koperasi buat terlibat. Beberapa warga yang aku temui bilang, mereka merasa lebih diperhatikan karena ada ruang dialog langsung, misalnya saat kunjungan ke Koperasi Merah Putih di kelurahan-kelurahan. Yang menarik, gerakan "Bolone Vinanda" sering muncul di berbagai kegiatan. Bukan sekadar slogan, tapi lebih ke komunitas pendukung yang ikut menyebarkan informasi program kota, mengorganisir kegiatan seni dan budaya (sampai ada yang usul dibuatkan tarian dan lagu khusus), dan menjadi jembatan antara pemerintah dan warga. Hal-hal seperti ini ikut membentuk citra pribadi Vinanda sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat. Kalau kamu ingin memahami profil Vinanda lebih dalam, coba perhatikan tiga hal: cara beliau mendorong pemberdayaan ekonomi warga lewat koperasi, komitmen pada ketahanan pangan kota, dan gayanya membangun kedekatan dengan warga lewat gerakan sosial seperti Bolone Vinanda. Dari situ makin kelihatan karakter kepemimpinannya dan arah kebijakan yang lagi diupayakan di Kota Kediri.


































