STT Walter Post Kampus II Nabire Lepas Lebih dari 35 Peserta Praktek ke Tiga Kabupaten di Papua Tengah
Nabire, 24/02/2026 - STT Walter Post Kampus II Nabire telah melaksanakan pelepasan lebih dari 35 peserta praktek lapangan yang akan ditempatkan di beberapa kabupaten di Provinsi Papua Tengah, yaitu Paniai, Deiyai, dan Dogiyai. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah sesuai dengan bidang jurusannya.
Sebanyak 5 di antaranya ditempatkan di Kabupaten Deiyai dengan rincian nama dan jurusan sebagai berikut:
Olin Pakage, Jurusan Pendidikan Agama Kristen (PAK)
Yesaya Madai, Jurusan Teologi
Salomina Pigome, Jurusan Pendidikan Agama Kristen (PAK)
Daniel Douw, Jurusan Teologi
Ricardus Ikomou, Jurusan Pendidikan Agama Kristen (PAK)
Praktek lapangan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan praktek, serta berkontribusi pada pengembangan pendidikan dan pelayanan agama di daerah tujuan. Penempatan peserta praktek disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah dan kompetensi jurusan yang ditempuh.
Kepala Kampus II STT Walter Post Nabire menyampaikan harapan agar para peserta praktek dapat menjalankan tugas dengan baik, menjaga nama baik institusi, serta mengambil pelajaran berharga yang akan mendukung kelulusan dan karir mereka ke depannya. Praktek lapangan diharapkan dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
2/26 Diedit ke
... Baca selengkapnyaMelakukan praktek lapangan di daerah seperti Papua Tengah memberikan kesempatan yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang dipelajari di kampus dalam situasi nyata. Dari pengalaman pribadi saya dan cerita beberapa teman yang pernah mengikuti kegiatan serupa, praktek lapangan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis dan pemahaman lapangan, tetapi juga membentuk karakter dan kesiapan mental menghadapi tantangan di lapangan.
Penempatan di kabupaten seperti Paniai, Deiyai, dan Dogiyai memberikan pengalaman beragam, mulai dari kondisi geografis yang menantang hingga interaksi langsung dengan masyarakat setempat yang kaya akan budaya. Selama praktek, mahasiswa dapat belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, memecahkan masalah secara kreatif, dan membangun jejaring sosial yang sangat berguna bagi karir di masa depan.
Khususnya untuk jurusan Pendidikan Agama Kristen dan Teologi, praktek lapangan di daerah-daerah ini sangat penting karena mahasiswa tidak hanya mengajar atau melayani secara praktis, tetapi juga belajar memahami konteks sosial dan budaya yang mempengaruhi kehidupan beragama masyarakat. Hal ini membantu mahasiswa menjadi lebih empati dan efektif dalam memberikan bimbingan rohani sesuai kebutuhan daerah.
Pengalaman langsung di lapangan juga memberi wawasan tentang pentingnya menjaga nama baik institusi dan bagaimana perilaku serta sikap selama praktek dapat berpengaruh besar terhadap reputasi kampus. Saya menyarankan bagi peserta praktek untuk selalu mencatat pelajaran dan pengalaman penting selama masa praktek, karena hal ini sangat membantu dalam refleksi pribadi dan persiapan karir setelah lulus.
Secara keseluruhan, praktek lapangan adalah jembatan penting yang menghubungkan ilmu akademik dengan dunia nyata. Jangan sia-siakan kesempatan ini, manfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar, bertumbuh, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di Papua Tengah.