MULAI DARI NIAT
Setiap tulisan dimulai dari NIAT.
Journaling bagiku bukan hanya sekadar tulisan namun sebuah PROSES agar aku bisa lebih dekat dengan Allah 🥺🤍
Disaat aku menulis rasa syukur dengan diawali Alhamdulillah disaat itu aku sedang mengingat kembali semua yang telah Allah beri dalam hidupku.
Semakin aku ingat dan tulis satu per satu, disitu aku merasa Allah semakin dekat, padahal memang selalu dekat namun hati ini saja yang kadang menjauh 🥺
Bismillah dengan menulis jurnal aku ingin hati ini terus bertaut mengingat dan mendekat pada Allah 🤍
#selfimprovement #selfhealing #islamicjournaling #perjalanan #berproses
Waktu pertama kali dengar istilah jurnal kontrol diri, aku kira itu cuma tentang produktivitas atau manajemen waktu. Tapi makin ke sini aku sadar, buatku jurnal ini jadi alat buat belajar mengendalikan diri di hadapan Allah. Semua mulai dari NIAT, seperti yang sering aku tulis di halaman pertama jurnalku: "Semua mulai dari NIAT". Isi jurnal kontrol diri versiku cukup sederhana. Biasanya aku bagi jadi beberapa bagian: 1. Catatan niat harian 2. Syukur hari ini 3. Evaluasi diri (muhasabah) 4. Rencana perbaikan besok Bagian niat harian aku isi dengan hal-hal kecil tapi konkret. Misalnya: hari ini niat mau lebih jaga lisan, mau shalat tepat waktu, dan mau kurangi scroll medsos. Dengan ditulis, aku merasa lebih terikat sama janji ke diri sendiri dan ke Allah. Kadang memang nggak selalu berhasil, tapi dari situ aku bisa lihat pola: di jam berapa aku sering lalai, di situ aku coba perbaiki. Di bagian syukur, aku selalu awali dengan "Alhamdulillah hari ini…" lalu aku tulis minimal tiga hal. Ternyata latihan sederhana ini bikin aku lebih sadar kalau kontrol diri itu bukan cuma soal menahan diri dari hal buruk, tapi juga mengisi hati dengan rasa cukup dan ridha. Ketika hati lebih tenang dan merasa cukup, godaan buat berlebihan (baik dalam emosi, belanja, atau drama) pelan-pelan berkurang. Lalu di bagian muhasabah, di sinilah aku paling banyak jujur sama diri sendiri. Aku tulis: hari ini aku gagal mengontrol apa? Misalnya mudah marah, ngomong tanpa mikir, atau menunda-nunda. Tapi aku usahakan bahasanya bukan buat menghukum diri, lebih ke: "hari ini aku masih sering marah kalau…" lalu aku lanjut dengan, "besok aku mau coba…". Jadi tetap ada harapan dan rencana. Yang paling kerasa adalah ketika aku konsisten nulis walau cuma 5–10 menit sebelum tidur. Pelan-pelan aku jadi lebih peka sama emosi sendiri. Saat mau marah, aku jadi sadar: "nanti malam pasti aku tulis ini di jurnal" dan itu bikin aku mikir dua kali sebelum meledak. Buatku, di situ fungsi nyata jurnal kontrol diri. Kalau kamu mau mulai, nggak perlu ribet. Ambil buku biasa, tulis di halaman depan: "Semua mulai dari niat". Lalu tiap hari cukup jawab tiga pertanyaan: 1. Hari ini aku bersyukur untuk apa? 2. Hari ini aku lalai atau berlebihan di bagian mana? 3. Besok satu hal kecil apa yang mau aku perbaiki? Pelan-pelan, jurnal ini bisa jadi saksi perjalananmu dalam mengontrol diri dan mendekat pada Allah. Bukan karena kita sudah sempurna, tapi karena kita mau terus berproses.







Subhanallah Masyaallah cantiknya tulisan